Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sunghoon melambatkan langkah saat menuruni tangga ketika melihat Jungwon tengah menelungkupkan kepala pada lipatan tangan di meja ruang tamu. Sudah tahu bahwa Jungwon sedang sakit, tapi sang bunda malah menyuruhnya untuk melakukan pekerjaan rumah begitu Heeseung pergi bekerja.
Setelah beberapa saat, Sunghoon melihat Jungwon kembali mengelap meja. Hal itu membuatnya bergegas menuruni tangga untuk menghampiri.
“Tinggalkan pekerjaanmu. Sekali-kali jangan terlalu menuruti bunda. Kau itu sedang sakit, jika Heeseung hyung tahu, dia pasti marah.” Celetukan Sunghoon membuat Jungwon menoleh.
“Hyung ...” Jungwon segera berdiri. Kini, dia berhadapan dengan kakaknya.
“Pergilah ke kamar,” suruh Sunghoon.
“Jika bunda tahu, aku akan dimarahi.”
“Kau lebih mengkhawatirkan kemarahan bunda daripada kondisimu?” Sunghoon bertanya. Kesal sekali rasanya karena Jungwon tumbuh jadi anak yang sangat penurut hingga kurang mementingkan diri sendiri.
“Pergilah, biar aku yang melakukan pekerjaan rumah.”
Jungwon yang mendengarnya langsung terkejut. Dia segera menggelengkan kepala. “Tidak, Hyung. Biar aku saja.”
Sunghoon berdecak, lalu mengambil kain lap dari tangan Jungwon. “Pergilah ke kamar dan beristirahat. Wajahmu yang pucat itu sangat tidak enak dilihat,” ujarnya kemudian.
“Tapi—”
“Jangan banyak bicara.” Sunghoon segera memotong kalimat yang hendak diucapkan Jungwon. Sejurus kemudian, dia melangkah menuju dapur, meninggalkan Jungwon yang kebingungan. Jika menurut, dia akan merasa tidak enak, dan jika sang bunda tahu, bisa gawat. Tapi, jika dia tidak menurut, Sunghoon pasti akan memarahinya.
“Ya, kenapa masih diam di situ? Pergilah ke kamar.” Sunghoon menegur dari ambang pintu dapur saat melihat Jungwon masih berada di ruang tamu.
“I—iya, Hyung.” Akhirnya, Jungwon menuruti perkataan Sunghoon. Dia melangkah pergi meninggalkan ruang tamu dengan tak enak hati. Takut sekali rasanya jika sang bunda tahu bahwa yang melakukan pekerjaan rumah adalah Sunghoon.
Sesampainya di kamar Heeseung, Jungwon menutup pintu. Sebelum disuruh bundanya untuk melakukan pekerjaan rumah, dia memang beristirahat di kamar kakak sulungnya itu sambil di kompres.
Kenapa tak tidur di kamar sendiri? Jawabannya karena Sunoo tak mau kasurnya ditiduri Jungwon, alhasil Heeseung membawa Jungwon ke kamarnya.
Jungwon duduk di tepi ranjang. Setelah terdiam beberapa saat, dia pun memutuskan untuk merebahkan diri dan menyelimuti tubuh. Akibat dari kehujanan terlalu lama, seluruh tubuhnya jadi panas, dan terasa lemas. Oleh karena itu, saat mengelap meja tadi, dia menyempatkan diri untuk menelungkupkan kepala karena benar-benar merasa tak enak badan.