FALL WINDS | 51

3.8K 589 80
                                        

Jungwon termenung di sebuah bangku yang ada di sebuah taman bermain

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jungwon termenung di sebuah bangku yang ada di sebuah taman bermain. Meski hanya mendapat pencahayaan seadanya, sama sekali tak membuat Jungwon pergi. Perkataan Jongseong terus terngiang-ngiang di kepalanya. Tak mau mempercayai, tapi Jongseong tak mungkin berbohong.

Menyeka air mata yang turun, Jungwon berusaha untuk tidak menangis. Hidupnya terasa kacau sekarang; tidak tahu lagi harus melangkah ke mana. Hingga saat memandang lurus ke depan, Jungwon terkesiap ketika melihat sosok wanita yang sama. Wanita itu tersenyum padanya. Sangat menenangkan.

“Si—siapa?” Jungwon bertanya dengan takut. Dia masih duduk di bangku, sedangkan wanita itu berdiri beberapa meter darinya.

Nae adeul ...” Wanita itu bergumam sangat kecil hingga Jungwon tidak bisa mendengarnya. Setelah bergumam, wanita tersebut berbalik dan menghilang. Jungwon melihatnya dengan jelas.

Termenung beberapa saat karena terkejut, Jungwon pun beranjak. Mengedarkan pandangan ke segala arah, dia tidak melihat siapa pun. Di taman bermain itu, dia benar-benar sendiri. Ingin pulang ke apartemen Jongseong, tapi merasa ragu karena kehadiran ayah lelaki itu.

Ketika teringat bahwa besok lusa sang bunda berulang tahun, Jungwon mengeluarkan semua uang yang telah dikumpulkan. Menghitung kembali; ditambah dengan upah kerja malam ini, Jungwon tersenyum simpul. Kiranya sudah cukup untuk membeli sebuah kalung yang akan dijadikan kado untuk bundanya.

“Uangku sudah cukup. Aku akan membeli kado untuk bunda. Meski kemungkinan besar tak akan diterima, aku tetap ingin memberi bunda kado,” ucap Jungwon.

Jungwon-ah!” Panggilan itu membuat Jungwon mendongak. Melihat Jongseong datang menghampiri dengan terburu-buru, membuatnya merasa terkejut.

Hyung mencarimu kemana-mana. Kenapa tidak pulang? Kau tak tahu betapa khawatirnya hyung, eo?

“Ah, itu ... aku merasa tidak enak karena ada ayah hyung,” jawab Jungwon dengan tangan yang perlahan memasukkan kembali uang ke saku jaket yang dipakainya.

Jongseong mengembuskan napas. Dia benar-benar tidak menduganya. Dia kira, Jungwon kenapa-kenapa. Tapi untung saja berhasil menemukannya di taman bermain yang berjarak tidak terlalu jauh dari komplek apartemen.

“Ayah sudah pergi, dia tak akan bermalam di sana,” kata Jongseong. “Sudah sangat malam, ayo pulang. Kau harus makan, dan setelah itu tidur. Besok sekolah, 'kan?”

Jungwon tak langsung memberi respons. Dia harus membeli kado ulang tahun untuk bundanya malam ini. Dia takut kalung yang sudah lama jadi incarannya habis terjual.

“Hyung, aku akan pulang. Tapi, hyung pulang duluan saja. Aku harus pergi ke suatu tempat,” ungkap Jungwon.

“Kemana?”

“Membeli sesuatu.”

Hyung temani.”

Jungwon langsung menggeleng sebagai penolakan. “Aku akan membelinya sendiri. Hyung pulang saja.”

[✓] FALL WINDSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang