Menyenangkan

237 23 0
                                        

Seminggu setelah hal itu terjadi. Widuri tetap bersekolah karena dirinya harus mengikuti ujian akhir. Hal yang tidak pernah dibayangkan dirinya tambah dimusuhin oleh teman sekelasnya. Ejekannya pun menambah, dirinya di anggap murahan. Tapi, yang perlu disyukuri bahwa Arkan selalu berada disampingnya dan itu menyenangkan.

Menemaninya hingga melewati semua hal yang tidak dapat Widuri lewatin dengan sendirinya. Statusnya kiang berubah dari awalnya teman bangku, hingga menjadi teman sesungguhnya dan kini menjadi teman rasa pacaran. Arkan menyatakan perasaan dan Widuri dengan argumentl yang ada di kepalanya mengatakan bahwa dirinya tidak bisa pada akhirnya. Karena dirinya sadar bahwa tiada di muka bumi ini, cowok yang menginginkan nya.

Ada beberapa kali Arkan menginginkan kegiatan itu terjadi kembali. Namun, Widuri dengan sadar menolak dan mengatakan bahwa itu sebuah kesalahan.

Entah bagaimana pada akhirnya Widuri bertemu dengan mama Arkan. Bukan, bertemu. Tapi, lebih tepatnya dia memang dicari. Kalo mau di cari benang merahnya bukan karena mamanya Arkan sendiri yang mencarinya namun, karena Raya end geng yang mengadu.

"Ini tante, orangnya" bisik Raya tepat ditelinga ibu-ibu yang memakai dress selutut berwarna merah menyalah. Kali ini Widuri tidak ingin di antar Arkan maka, dirinya memutuskan untuk menunggu jemputannya yang sudah di sewakan mamanya untuk mengantar jemput dirinya. Sedangkan Arkan pamit pulang lebih dulu karena di telpon mamanya.

"Kamu Widuri?" Tanya ibu-ibu itu dan baru diketahui Widuri beberapa detik lalu, bahwa ibu-ibu itu adalah mama Arkan. Karena Lisa bertanya ke Sofia. "Apa benar kamu pacar anak saya?" tanyanya lagi.

Widuri sempat mengelengkan kepalanya lalu menjawab takut-takut "Tidak tante"

"Bohong dia tante" sahut Sofia.

"Kamu nyadar ngga? Kalo kamu dan anak saya antara langit dan bumi. Akan sulit kamu jangkau anak saya karena banyak hal yang ternyata kurang dari mu" ucapan sinis itu keluar dari mulut mama Arkan. Semua orang yang lagi menunggu jemputannya harus mendengar ucapan itu. Sehingga Widuri kiang jadi kecil rasanya. Dipermalukan dalam keadaan ramai adalah hal yang perlu dihindari.

Bisik-bisik dari orang yang berada di sekitarnya kiang terdengar. Ada yang mengolok dan ada pula yang memuji karena dirinya bisa mendapatkan cowok yang jauh dari dirinya.

"Soh cantik" ucap Lisa dengan keras saat mama Arkan masih menceramahi Widuri. Widuri terus meminta dalam hatinya bahwa dirinya menginginkan saat ini juga penjemputnya datang. Namun, seakan takdir baik hari ini tidak berpihak padanya.

Entah karena mama Arkan sudah puas memaki Widuri. Maka, tidak lama mama Arkan pergi bersama end geng Raya. Meninggalkan Widuri dengan luka baru. Mengenai badanya, jerawatnya, dan kacamata bacanya adalah sebuah kesalahan dan Widuri sudah tahu itu tanpa perlu diberi tahu lagi. Widuri menginginkan sempurna seperti kebanyakan perempuan/cewe pada dasarnya tapi, apa daya dirinya tidak dapat mengubah ini langsung.

Satu persatu siswa yang menunggu jemputannya akhirnya di jemput. Terkecuali Widuri. Maka, yang dilakukan Widuri hanya terus menunduk dan memaki dirinya dalam hati dan pikirannya.

Beradu dengan pikirannya. Adalah hal yang sering dilakukan Widuri. Sejak menginjakan kakinya disekolah ini. Karena ibunya menjadi single parent maka, Widuri tidak akan pernah bisa bercerita tentang bebannya semasa menginjakan kakinya disekolah. Lantaran Widuri tidak menginginkan kalo mamanya kepikiran tentangnya. Maka, sebuah pembullyan atau tentang dirinya tidur dengan Arkan. Maka, ibunya tidak tahu. Widuri akan selalu menjawab bahwa dirinya baik-baik saja disekolah, dirinya memiliki banyak teman, guru yang baik bahkan teman dekat. Selebihnya hanya itu yang mamanya tahu.

Polemik size (Tamat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang