Hari terakhir ujian banyak siswa yang nampak bersemangat. Bukan bersemangat untuk mengerjakan soal ujian, namun mereka bersemangat menyambut liburan yang tandanya sudah didepan mata. Sekarang adalah mapel terakhir dari ujian, setiap ruang kelas nampak hening fokus mengerjakan soal ujian.
Setelah mengerjakan hampir 2 jam, bel berbunyi tanda soal ujian sudah harus dikumpulkan. Semua siswa bersorak senang karena telah menyelesaikan semua ujian pada hari ini.
"Okay semua lembar ujian dikumpulkan" ujar bu risma guru pengawas yang menjaga ruangan iva sekarang.
"Va nongkrong yuk dicafe deket sekolah itulo" ujar ayyara sembari membereskan bukunya.
"Boleh deh ayo" ujar iva. Hari ini iva nampak lesu ntah karena apa. Tadi pagi dia bertemu dengan david namun david tak menyapa bahkan untuk melirik kearah iva pun tidak.
Iva merindukan david yang dulu, yang selalu bisa membuatnya tersenyum. David benar benar berubah semenjak hari itu. Iva ingin sekali memperbaiki hubungannya dengan david tapi iva pikir apakah dia masih memiliki kesempatan?
David, arkan, ferdian, keenan dan haidar kini tengah berada di kelas. Bel baru saja berbunyi tapi mereka masih asik mendiskusikan tempat mana yang akan mereka datangi untuk liburan tahun baru nanti. Mereka belum menentukan tempat yang akan mereka datangi padahal mereka sudah mendiskusikan ini berkali kali.
***
Iva, ayyara, dira dan naysa keluar dari kelas dan berjalan menuju ke gerbang. Mereka akan pergi nongkrong terlebih dahulu sebelum pulang untuk me refresingkan otak mereka setelah hampir 7 hari digempur oleh ujian.
Saat iva, ayyara, dira, dan naysa berjalan ditengah lapangan mereka dapat melihat ilham berjalan kearah berlawanan menuju ketengah lapangan.
"Ivalina amora" ujar ilham dengan suara sedikit berteriak membuat beberapa siswa mengalihkan pandangan kearah ilham.
"Boleh minta waktunya sebentar gak?" ujar ilham memandang ke arah siswa yang berada dipinggir lapangan. Banyak siswa yang mulai berbisik apa yang akan dilakukan oleh ketua osis mereka ini.
Ayyara, dira dan naysa berjalan menuju area pinggir lapangan untuk melihat apa yang akan ilham lakukan selanjutnya.
"Lo inget gak va lo pernah bilang sama gue kalo seandainya kita nyimpen perasaan ke orang kita harus ungkapin perasaan itu gak peduli nanti jawabannya gimana" ujar ilham berdiri di depan iva.
"Ya lo bilang aja dulu, urusan diterima atau nggak itu belakangan yang penting lo gak mendem perasaan lo sendiri" ucapan iva saat berada di cafe bersama ilham beberapa hari lalu terulang kembali diotaknya.
Iva menganggukkan kepala tanda membenarkan ucapan ilham. Ilham tersenyum memandang kearah iva.
"Gue gak tau va sejak kapan gue ngerasain ini" ujar ilham menggenggam tangan kanan iva.
"Awalnya gue pikir perasaan gue ke lo cuma rasa kagum, ternyata gue salah. Gue suka sama lo va"
Ujar ilham. Iva terkejut tangan kirinya refleks menutup mulutnya tak percaya dengan ungkapan ilham.
Bima datang ke tengah lapangan membawa buket bunga Mawar merah dan memberikannya pada ilham. Setelah memberikan bunga tersebut bima kembali ke pinggir lapangan. Iva mencoba mencerna semuanya, jadi gadis yang ilham sukai adalah dirinya?
Ilham berjongkok didepan iva membuat iva mundur selangkah terkejut dengan perlakuan ilham.
"Va, gue suka lo" ujar ilham menjeda ucapannya. "Mau gak jadi pacar gue" ujarnya lagi.
Iva tak tau harus berbuat apa, dia tak menyangka ilham akan melakukan ini. Iva tak berani memandang mata ilham iva mengalihkan pandangan ke sembarang arah hingga matanya bertabrakan dengan mata yang selama ini selalu memenuhi isi kepalanya.
Haidar, david, keenan, arkan dan ferdian masih berada di dalam kelas. Mereka sudah memutuskan akan pergi ke Bali di liburan tahun baru kali ini.
"Ayo balik ke markas aja pengen rebahan gue" ujar arkan seraya berdiri lalu yang lainnya pun ikut berdiri.
Saat mereka berjalan dikoridor mereka melihat beberapa siswa ramai dipinggir lapangan seperti sedang melihat pertunjukan.
"Apaan tu rame rame pembagian sembako apa gimana" ujar keenan
"Ayo liat kepo gue" ujar arkan menarik tangan teman temannya.
Setelah mereka berada dibarisan paling depan terlihat iva berdiri ditengah lapangan berhadapan dengan ilham yang membelakangi mereka. Inti aodra mendengarkan semua perkataan yang ilham sampaikan pada iva.
"Mau gak jadi pacar gue" ujar ilham membuat seluruh inti aodra terkejut dan saling memandang.
Mata david bertabrakan dengan mata iva, mereka saling pandang beberapa saat. David tersenyum getir kearah iva dan menganggukkan kepala seakan meyakinkan gadis tersebut. Haidar, ferdian, arkan, dan keenan melihat kearah david yang memandang ke arah iva.
"Dap are you okey?" tanya ferdian yang berdiri disebelah david. David memandang kearah teman temannya dan mengangguk mantap. Namun mata david berkhianat dengan mulutnya yang tersenyum lebar.
"Gapapa gue bakal bahagia kalau dia bahagia" ujar david tersenyum mengarahkan pandangannya lagi kearah iva.
"Tapi kan lo Cinta sama dia, gimana bisa lo bahagia ngeliat orang yang lo Cinta di tembak cowo lain di depan lo" ujar ferdian
"Ya gue harus gimana fer? Ini udah jalan yang terbaik" david menjeda ucapannya menarik nafas berusaha menahan sakit dihatinya.
"Saat kita mencintai seseorang kita tidak bisa memaksakan kehendaknya kan?" ujar david. Teman teman david terpaku melihat david, mereka tau david sedang tidak baik baik saja walau bibirnya menampilkan senyuman.
"Lo mencintai iva dengan cara yang benar dav, gue salut sama lo" ujar ferdian merangkul pundak david lalu david terkekeh mendengar penuturan ferdian.
"Gue selalu inget kata kata lo fer, apapun yang udah ditakdirkan buat gue bakal menemukan jalannya sendirikan buat kembali ke gue?" jawab david lalu mereka kembali memandang kearah iva.
Iva yang melihat david tersenyum kearahnya merasakan sakit dalam hatinya bagai disayat saat melihat senyuman itu. Iva masih belum memberi jawaban pada ilham. Terdengar sorakan dari beberapa siswa yang melihat mereka.
"Terima, terima, terima" ujar siswa yang berada dipinggir lapangan.
"Eh itu david" ujar ayyara yang berada di pinggir lapangan menunjuk kearah david.
"Sakit pasti jadi david" ujar naysa memandang david prihatin.
Iva memandang mata ilham lagi, iva memejamkan mata sejenak menarik nafas lalu memandang kearah david.
"Gue gak bisa nerima lo ham, gue hargai ungkapan lo semoga dapet yang jauh lebih baik" iva mengambil keputusan ntah nanti dia akan menyesal atau tidak dia hanya ingin mengikuti kata hatinya. Seketika semua siswa yang mendengar jawaban iva langsung hening.
Iva berlari kecil kearah david, inilah yang dia pilih persetan dengan ending yang akan dia dapat. Yang dia tau hanya dia merasa nyaman berada di dekat david.
David terpaku saat iva memeluknya erat. Semua yang melihat hal tersebut terkejut. Ilham melihat kearah belakang dan melihat iva yang memeluk david.
"Ayo dav ajak gue bahagia, gimanapun nanti endingnya gue gak peduli" ujar iva memeluk david erat.
"Gue gak bakal ngecewain lo, gue bakal gunain kesempatan ini dengan baik" jawab david. David membalas pelukan iva, dia tersenyum mengecup puncak kepala iva tak menyangka cintanya akan terbalas.
"Lo pantes bahagia dap setelah semua perjuangan yang lo lakuin" ujar ferdian menepuk bahu ferdian memandang keduanya yang masih berpelukan.
Halo guyss apa kabarr?
Maap ya guys kalo misal banyak typonya:(
Jangan lupa pencet tanda bintangnya guys!!! 💓💓💓
Have a nice day!!! 💓💓💓
KAMU SEDANG MEMBACA
TABU (On Going)
Romance"Percaya sama gue ra"- David Maheswara "Apa yang harus gue percaya sedangkan keyakinan kita aja ga sama, apa yang lo harepin dari kisah ini?"- Ivalina Amora David Maheswara cowo tampan dan kaya dengan segala kelebihannya, siapa yang tak jatuh Cinta...
