Iva, dira, naysa, ayyara dan para inti aodra kini sedang berada di cafe dekat sekolah mereka. Setelah kejadian yang menggemparkan sekolah tadi awalnya ilham tak terima mengapa iva memilih david dibandingkan dirinya namun iva mencoba menjelaskan dan akhrinya ilham mengerti.
"Kalian gak ada agenda mau liburan pas tahun baru?" tanya ayyara pada inti aodra yang duduk berhadapan dengannya.
"Ada si" ujar Keenan "kita rencana mau ke Bali nanti tahun baruan disana" ujar arkan.
"Hah Bali?" ujar naysa yang ntah kebetulan atau apa tapi tujuan mereka justru sama.
"Iya kenapa emangnya?" jawab haidar memandang kearah naysa.
"Kita juga mau ke Bali dan rencana mau malem tahun baruan disana juga" ujar naysa.
"Kebetulan dong, bisa kali ya bareng" ujar david menaik turunkan alisnya memandang iva.
"Boleh tu, kalo emang mau join nanti kita cari villa yang kamarnya lebih banyak" ujar ayyara.
"Jadi kita mau liburan bareng ni maksudnya?" tanya iva melihat kearah orang yang semeja dengannya.
"Ya kalo kalian gak keberatan gak masalah, kalo kita mah gas aja" ujar haidar.
"Iya lagian kan niat kita sama, sama sama mau liburan" sambung arkan.
"Boleh boleh gabung aja enak, makin rame makin seru" ujar dira.
"Yaudah nanti kita tentuin tanggalnya kapan mau berangkat, usahain 1 minggu sebelum berangkat udah pesen villa" ujar haidar.
"Ntar gue bikinin grup deh gimana?" tanya dira.
"Nah setuju, sini bagi nomer lo dulu" jawab arkan menarik turunkan alisnya menyerahkan hpnya ke dira.
"Yee itu mah namanya modus monyet" ujar keenan menjitak arkan.
"Btw 08 berapa?" ujar keenan membuat ferdian, haidar dan david tertawa.
"Sama aja lo berdua" ujar haidar. "Biar iva aja yang bikin grupnya, nanti biar iva gabungin david gitu" ujar ferdian yang lain hanya setuju saja.
***
Motor david memasuki area pekarangan rumahnya. Setelah menghabiskan waktu bersama temannya dan teman iva sampai sore akhirnya david bisa pulang juga.
David melangkahkan kaki menuju ke dapur untuk mencari keberadaan bundanya. Suasana hati david sedang senang hari ini padahal kemaren suasana hatinya tak karuan.
Lia terkejut saat tiba tiba ada tangan yang memeluknya dari belakang. Setelah mencium aroma parfumnya lia tau ternyata yang memeluknya adalah anak pertamanya.
"Bunda, abang lagi seneng banget sekarang" ujar david senyumnya tak luntur dari bibirnya.
David lalu duduk di kursi meja makan menopang kepalanya dengan tangan memperhatikan bundanya yang sedang berkutat dengan peralatan masak.
"Seneng kenapa bang?" tanya lia melirik david sekilas lalu kembali mengaduk masakannya.
"Gak tau cuma abang ngerasa kaya seneng banget" ujar david.
"Oiya bang, nanti malem minggu ajak iva main kesini ya, nanti kita malem mingguan bareng" ujar bunda david.
"Sekarang hari apa sih emang?" tanya david.
"Sekarang masih hari rabu" ujar bunda lia memindahkan masakannya ke meja makan.
"Yaudah bun nanti aku bilang ke ara" ujar David mengambil apel yang berada ditengah meja dan menggigitnya. "Abang keatas dulu bun" ujar david lalu dia naik ke kamar untuk membersihkan badan.
KAMU SEDANG MEMBACA
TABU (On Going)
Romance"Percaya sama gue ra"- David Maheswara "Apa yang harus gue percaya sedangkan keyakinan kita aja ga sama, apa yang lo harepin dari kisah ini?"- Ivalina Amora David Maheswara cowo tampan dan kaya dengan segala kelebihannya, siapa yang tak jatuh Cinta...
