27th

491 39 21
                                        

Hy
Hello
Annyeong!!!

Happy Reading....

===============

Waktu memang berjalan begitu saja. Begitu cepat. Pernikahan Karina dan Jeno yang sudah memasuki ke usia 7 bulan. Dengan Karina yang tengah mengandung bayi pertama yang sudah berusia 6 bulan dalam kandungan.

Hari-hari yang mereka lalui layaknya pasangan suami-istri pada umumnya. Jeno yang bekerja, dan kini menjadi direktur di perusahaan ayahnya, dan Karina yang lebih sering di rumah selama mengandung.

Sebenarnya Karina juga sudah bekerja, namun karena sedang dalam kondisi berbadan dua, Jeno menyarankan untuk lebih banyak beristirahat dan kembali bekerja saat putri pertama mereka tiba di dunia.

Berbicara soal kandungan, anak pertama mereka memang berjenis kelamin perempuan. Itu mereka ketahui saat memeriksa kandungan beberapa waktu lalu. Sebenarnya Jeno ingin itu menjadi kejutan saja di hari anaknya lahir, namun karena Karina yang terlalu penasaran maka Jeno mengalah dan membiarkan sang istri mencari tau jenis kelamin bayi mereka.

Di hari minggu pagi ini memang sangat cocok untuk bersantai di depan teras rumah. Seperti yang di lakukan Karina pagi ini. Sejak terbangun tadi, dia segera bergegas membersihkan diri dan melakukan tugasnya.

Meski ada Han Ahjumma yang kini bekerja di rumah nya, tetap saja Karina wajib melakukan tugas nya sebagai istri walau hanya membantu sedikit.

Memasak makanan kesukaan Jeno itu yang paling utama. Mengingat kemarin suaminya pulang larut dan kebetulan hari ini sedang libur, jadi dia menyempatkan waktu untuk memberikan yang terbaik pada Jeno ketika suaminya bangun nanti.

Wanita yang masih berparas sempurna ini tengah menyesap secangkir teh hangat nya sambil sesekali mengelus lembut perutnya yang kelihatan membesar seiring berjalannya waktu.

Kadang Karina sengaja bersenandung kecil untuk memperdengarkan suara nya pada si kecil di dalam tubuh nya itu. Dokter kenalan nya yang menyarankan agar melakukan hal itu. Dengan alasan agar bayi merasa nyaman. Karina refleks tersenyum karena merasa ada gerakan kecil di dalam sana. Bayi perempuan menendang, memberi respon akan senandungnya.

Seseorang ikut duduk di depannya saat Karina sedang asik bernyanyi kecil. Karina mengangkat kepalanya mendapati Jeno yang sedang duduk.

" Selamat pagi." Sapa laki-laki itu menampakkan wajah baru bangun tidur nya.

Karina tersenyum kecil. Dia akui, keadaan Jeno saat baru bangun tidur adalah hal yang paling dia sukai. Dia mengakui wajah Jeno jauh lebih tampan berkali-kali lipat dibanding biasanya.

" Kenapa sudah bangun? Ini masih jam setengah tujuh." Balas Karina.

" Memangnya kenapa? Tidak ada salahnya jika bangun awal. Lagipula kau tak ada di tempat tidur, tidak ada yang bisa ku peluk." Jawab Jeno membuat Karina tersenyum malu.

Meski berstatus sebagai istri dari seorang Jeno, tetap saja Karina masih sering malu ketika Jeno mulai mengucapkan kalimat yang menurut nya seperti gombalan.

Jeno memajukan sedikit tubuh nya dan ikut mengelus perut besar Karina. Mengelus pelan dan lembut seperti yang biasanya Karina ajarkan padanya.

" Selamat pagi Jena-ya..." Sapa Jeno pada bayi di dalam perut itu sambil menempelkan sedikit ujung bibirnya di perut Karina. " Princess sudah bangun?"

Jena. Lee Jena. Mereka sepakat memberi nama itu untuk putri mereka. Karina tersenyum kecil melihat interaksi antara suami dan calon anak nya itu. Dia menghentikan elusan nya di perut, membiarkan Jeno yang melakukan nya.

'ɪɴ ᴍʏ ᴅʀᴇᴀᴍ...~𝙹𝚎𝚗𝚁𝚒𝚗𝚊 (𝐂𝐨𝐦𝐩𝐥𝐞𝐭𝐞𝐝) ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang