Part_12 Mengenang masa lalu

2.6K 121 0
                                        

Alfin masih ingat saat pertama kali dia menjadi murid baru di kelas VII A, penampilannya yang cupu dan suka menyendiri membuat dia di bully.

Awalnya Fian dan Miko hanya diam saja melihat Alfin di bully. setelah satu minggu Alfin di bully, mereka berdua mulai kasihan dan membantu nya saat ada yang membully Alfin.

Flashback

“Aduh bau banget sih lo,” ada 5 siswa yang tertawa mengejek Alfin, dia baru saja disiram air bekas pel lalu dilempari tepung dan telur busuk.

Alfin menunduk ingin menangis.

“BERHENTI!” Miko berteriak menarik Alfin ke belakang tubuhnya, Miko berusaha melindungi Alfin meskipun dia juga kena lempar telur.

“Gue udah laporin kalian yang udah ngebully Alfin,” Fian datang bersama guru BK, 5 siswa itu menatap tajam Fian sebelum di bawa ke ruang BK.

“Lo berdua ganti baju sana! Gue udah beli seragam baru,” Fian melemparkan dua seragam ke arah Alfin dan Miko.

Alfin dan Miko berusaha menghilangkan bau busuk dari tubuh mereka dan mengganti seragamnya.

Fian bersandar di depan pintu toilet menunggu mereka yang sedang mandi.

Miko keluar duluan dari toilet, lalu Alfin juga keluar beberapa menit kemudian.

“Makasih kalian udah nolongin aku,”

“Iya, sama-sama.” Fian tersenyum

Miko yang melihat itu cemburu, sahabatnya hanya boleh tersenyum padanya, tidak boleh kepada orang asing.

“Mulai sekarang lo jadi sahabat kita dan ubah gaya bicara lo, jangan aku kamu.” Miko membelalakkan mata nya kaget, dengan cepat dia menarik tangan Fian keluar dari toilet.

“Nggak boleh! Lo cuman sahabat gue. Lo nggak boleh nyari sahabat lain!” Miko mendorong Fian ke tembok.

“Lo jangan egois! Gue juga mau punya temen yang lain, bukan sama lo doang.” Fian emosi mendorong Miko.

Miko yang tidak siap terkena dorongan dari Fian hampir jatuh, tapi tubuhnya ditahan Alfin.

“Maafin gue Ko,” Fian yang sadar telah kasar ingin memegang lengan Miko, tangan Fian langsung ditepis oleh Miko.

Miko pergi dengan menabrak bahu Alfin kasar.

“Tunggu,” Alfin mencekal tangan Fian yang ingin mengejar Miko.

“Biar gue yang ngejar Miko,” Alfin langsung mengejar Miko dan menarik tangannya.

“Apa lagi? Belum puas lo ngrebut sahabat gue?” Miko mendorong Alfin kasar.

“Gue gak ngrebut sahabat lo, gue minta maaf kalau gue salah. Gue mau kita berteman,” Alfin menyodorkan tangannya, berharap Miko mau menerimanya menjadi teman.

“Oke,” Miko langsung membalas uluran tangan Alfin.

“Jadi kita sahabatan?” Alfin bertanya.

“Ya, kita sahabat mulai sekarang.” Miko menjawab dengan mantap, ‘In your dream.’ lanjutnya dalam hati.

Fian yang melihat mereka, bisa bernafas dengan lega. Dari tadi dia menahan nafasnya takut jika Miko memukul Alfin karena kesal.

Fian berjalan menuju mereka dan merangkul bahu Alfin, “Kita bertiga sahabatan mulai sekarang,” Alfin tersenyum.

Mereka bertiga jalan bersama menuju kelas, Miko mendengus kasar saat melihat Fian tidak merangkul bahu nya juga.

‘Baru sehari lo diajak sahabatan sama Fian aja, dia langsung lupa sama gue. Awas aja lo,’ Miko mengepalkan tangannya saat Fian dan Alfin tertawa bersama tanpa dirinya.

‘Gue akan balas lo Fin,’ Miko menatap Alfin dengan dendam

Flashback selesai

“Gak nyangka ya lo udah 3 tahun jadi sahabat kita,” Alfin mengangguk menanggapi ucapan Miko.

‘Dan gue akan nyingkirin lo dari persahabatan ini,’

Bersambung.

ALFIN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang