21- Siapa dia?

245 16 11
                                        

Bentar lagi lebaran
Udah pada siapin nastar belom?
Kalau aku sih lagi siapin mental, buat tetangga yang bakal nanya kuliah jurusan ini nanti kerjanya jadi apa🙂👍

Dah ah, selamat membaca!❤❤

-------------

"Jess, jadi ngerjain tugas di rumah lo kan ini?" Tanya Aluna sembari merapihkan semua buku-bukunya.

Jessica sudah siap dengan ransel yang bertengger di punggungnya. "Jadi dong, yuk!" Ajaknya.

Mereka berdua berjalan menyusuri tiap lorong bangunan yang menjadi tempat menimba ilmu itu. Tanpa menghiraukan pandangan murid-murid lainnya.

"Beli seblak dulu enak kali ya?" tanya Jessica.

"Beli boba juga gak sih?"

Aluna mengangguk mengiyakan. Berjalan melewati berbagai gerobak jajanan depan sekolah memang membuat Jessica lapar mata.

"Eh mau telur gulung juga deh." Tambah Jessica. Mata Aluna memicing mengamati Jessica yang berbinar melihat banyak abang-abang jualan di sebrang sana.

"Sama takoyaki juga." Tambah Jessica.

"Gak sekalian lo ratain aja tuh satu-satu makanan yang dijual? Sekalian abang-abangnya juga."

Aluna membungkam Jessica yang ingin menyebutkan satu makanan lagi. "Jessica Audryn, kita itu mau ngerjain tugas bareng ya! bukan mau mukbang." Katanya sambil berkacak pinggang.

Bukannya mendengarkan Aluna, Jessica kini sudah berlari meninggalkannya dan sudah siap mengantre di depan gerobak penjual takoyaki. Aluna hanya bisa menggeleng-geleng dan mengikuti kemana Jessica pergi.

"Lo harus ikut andil dalam ngabisin semua makanan ini." Kata Jessica sambil meletakkan beberapa kantung kresek di meja ruang tamu.

Mereka sudah sampai rumah Jessica dan bersiap membuka buku catatan masing-masing.

"Ogah banget, kenapa harus gue yang jadi korban lapar mata lo sih?!" Aluna tak habis pikir.

"Udah diem, perut kenyang hati pun senang." Begitu putusnya.

Aluna malas menanggapi Jessica. Mereka berdua tengah sibuk membagi tugas masing-masing dan mengerjakan secara bersamaan. Soal matematika hari ini sangat banyak dan besok pagi harus dikumpulkan.

Aluna dan Jessica bukan tipe murid yang menguasai pelajaran berhitung tersebut. Bagi Jessica, hidup itu sudah rumit. Mengapa ada matematika yang menambah kerumitan ini. Begitu pikirnya. Aluna pun sama, dasar statistika saja sudah cukup membuatnya pusing tujuh keliling. Belum lagi materi-materi kelas dua belas lainnya yang harus mereka kuasai untuk persiapan ujian.

"Mau nyerah aja gak sih?" Celetuk Jessica. Baru satu soal, rumusnya satu lembar lebih.

"Jangan!" Tolak Aluna. "Demi kesejahteraan anak-anak kita nanti, kita harus pinter." Tambahnya.

Jessica mengangguk, kembali mengerjakan dengan lesu.

Waktu berjalan cukup lama. Tugas matahari sudah tergantikan dengan bulan. Mereka menghabiskan waktu sepenuhnya hanya untuk menghitung.

Tidak terasa sekarang sudah hampir jam sepuluh malam dan tiba-tiba bel pintu berbunyi. Ada suara teriakan juga dari luar sana.

Pelaku memencet bel secara beruntun sambil berteriak menyebutkan nama Jessica.

"Siapa sih Jess, udah malem teriak-teriak gitu." Tanya Aluna.

"Kayaknya si curut itu." Balas Jessica. Aluna mengerutkan keningnya. Siapa curut?

MENGGAPAI SAMUDRA [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang