"Terdapat rindu yang sulit tertangkap, namun perlahan mendekat."
○-----------------○
"Masuk!"
Aluna melihat mobil Jessica berhenti di sampingnya.
"Udah gue bilang kan, Samudra mana mau nganterin lo." celetuk si Jess karena tadi sebelum pulang, Aluna sudah cerita panjang lebar jika dia mau pulang bareng Samudra tapi pada akhirnya Aluna juga jalan kaki.
"Buruan masuk! Kerumah gue ya, temenin maraton drakor." Aluna mengembuskan nafas panjang. Usahanya mendekati Samudra lagi-lagi sia-sia tapi stok kesabaran Aluna masih bisa mengalahkan rasa lelahnya. Aluna mengiyakan tawaran Jessica dengan senang hati. Daripada dia harus jalan kaki, kan lumayan. Jessica sudah melajukan mobilnya.
Tidak jauh dari tempat Jessica menghampiri Aluna, ada mobil yang terparkir di belakang mobil Jessica. Mobil itu sebelumnya juga ikut berbalik arah bersamaan dengan mobil Jessica. Pengemudinya hanya memandang kepergian kedua cewek tersebut.
"Hmm." Gumannya lalu ikut melajukan kendaraan miliknya dan pergi.
***
Sudah sejak satu tahun terakhir, hidup Samudra yang awalnya terbiasa mempermainkan wanita berubah. Walaupun Samudra sering pergi dengan cewek-cewek di sekolahnya, pikirannya hanya terisi oleh satu nama yaitu Aluna.
Nama cewek itu berhasil membuat otak Samudra pecah. Setiap hari cewek tersebut selalu saja mengganggu Samudra. Meski Samudra menolaknya ratusan kali bahkan ribuan kali pun, Aluna tetap saja mengejarnya.
Hari ini Samudra lebih memilih berdiam diri di rumah memainkan ponselnya, karena semua teman-temanya sedang sibuk. Sibuk??? untuk Juna sudah pasti dia bimbel, kalau Bima dan Dewa mungkin mereka sedang sibuk menggoda cewek-cewek di cafe.
Samudra terus saja menscrool ponselnya hanya untuk sekedar melihat-lihat foto instagram. Followers Samudra kebanyakan adalah cewek-cewek di sekolahnya. Dia melihat isi dm yang begitu menumpuk. Samudra hanya menscrool pesan-pesan yang isinya meminta follback tapi tidak pernah dia tanggapi.
Bukan karena sombong tapi dia hanya follow orang yang dia kenal saja. Kebanyakan satu akun hanya berisi satu dm, tetapi Samudra menemukan satu akun yang berisi seratus lima puluh tiga dm belum terbaca. Siapa lagi kalau bukan akun cewek cerewet yang selalu mengintil Samudra dari jarak jauh. Dulu dm dari Aluna sempat di baca oleh Samudra.
Namun karena terlalu nyepam jadi Samudra malas untuk membuka isi pesan yang tidak penting baginya. Samudra hanya memandangi akun Aluna tanpa ada keinginan untuk membuka isi dm nya.
Samudra maaf ya gak bisa on sosmed dulu, kuota gue abis🌚 jangan kangen ya!!
Samudra tertawa meremehkan saat membaca pesan terakhir Aluna. Samudra membaca pesan Aluna dari atas sampai bawah. Isinya sudah pasti haluan-haluan Aluna. Dia mengirim pesan seolah-olah dibalas oleh Samudra. Saat sibuk membaca isi dm Aluna yang panjangnya kayak jalan tol, tiba-tiba terscrool otomatis ke bawah.
Saat Samudra akan membaca pesan baru dari Aluna, Ada yang mengetok pintu kamarnya.
"Den ada tamu di bawah." Ujarnya lembut.
"Suruh masuk aja bi." Jawab Samudra enteng. Pasti itu Dewa kalau tidak Bima.
"Tapi cewek den." Cewek? siapa yang datang ke rumahnya? Dari sekian banyak cewek yang dimodusin Samudra, tidak ada yang tahu alamat rumah dia selain Viola. Cewek cantik yang sudah menjadi teman Samudra sejak Smp.
KAMU SEDANG MEMBACA
MENGGAPAI SAMUDRA [END]
Novela Juvenil"Jangan sentuh gue! radius lima meter!" Ucap Aluna kelabakan. Kakinya semakin melangkah mundur hingga punggungnya bertabrakan dengan pohon. Samudra mengangkat alis sambil menampakkan senyum misterius. "Dasar cewek gila!" Balasnya saat Aluna berlari...
![MENGGAPAI SAMUDRA [END]](https://img.wattpad.com/cover/202756071-64-k224464.jpg)