11- Perhatian Sebenarnya

430 29 1
                                        

Halo!!!

Sebelum baca biar gak lupa alangkah baiknya pencet tombol bintang dulu, ok.

Dah itu aja, Happy Reading!!!!

🍂


"Baru saja terbang tinggi tetapi seketika terjerembab ke dasar penyesalan karena sayap yang menjadi kekuatan dipatahkan oleh sebuah harapan."

○-------------------○

"Al!"

Samudra berlari mengampiri Aluna yang tergeletak lemah di hadapannya. Dua orang yang semula mencengkeram bahu Aluna terdiam melihat Aluna pingsan.

Aluna sudah tidak sanggup untuk membuka kedua matanya, dia hanya mendengar sayup-sayup seseorang tengah meneriakinya. Aluna mencoba untuk sadar, tetapi yang dia rasakan hanyalah tubuhnya tiba-tiba melayang lalu setelahnya dia benar-benar tidak sadarkan diri.

"Lex kok lo biarin mereka?" Ujar David salah satu anak buah Alex. Dialah salah satu orang yang menyeret Aluna ke hadapan Alex dan Samudra.

Alex masih terdiam membeku. Melihat kejadian tadi berhasil membuat lidahnya kelu dan serasa tubuhnya tiba-tiba menjadi kaku tidak bisa digerakkan. Alex tidak menjawab pertanyaan David tetapi langsung memukul sudut bibir cowok itu dengan keras sampai tersungkur.

"Lo apain dia?!" Dia mencengkram kerah seragam David.

Alex yang sedari tadi terdiam sekarang tersulut mulai emosi. Rasa keterkejutannya bertambah saat Aluna bisa berada di markas besarnya. Bagaimana dia bisa tahu tempat ini?

Semua anak-anak Reckless sudah bubar saat Samudra mengintrupsi untuk pergi.

Urusan kita belum selesai! Begitulah pesan Samudra kepada Alex sebelum dia benar-benar melangkahkan kaki untuk pergi. Alex sendiri sama sekali tidak berkutik seakan membiarkan mereka semua pergi bersama Aluna.

"Lex lo?!" David terkejut saat Alex tiba-tiba menyerangnya. "Tadi gue temuin dia disemak-semak, dia itu penyusup Lex jadi gue seret dia kesini." Jelas David.

"Haargghhh." Alex mengacak-acak surai hitamnya.

"Lo kenal cewek itu?" Tanpa berniat membalas pertanyaan David, Alex pergi begitu saja memasuki gedung markas utama mereka.

***

Seseorang tengah terbaring lemah di sana. Tidurnya mulai terusik saat dia merasakan rasa sakit di beberapa bagian tubuhnya. Kedua kelopak matanya sedikit demi sedikit terbuka, pemandangan pertama yang dia lihat adalah sebuah ruangan yang dipenuhi dengan warna putih dan juga abu-abu.

Aluna mengedarkan pandanganya melihat setiap sisi ruangan itu. Kamar? Kemudian dia menangkap sosok yang tengah terbaring di sofa.

Cowok itu sedang tidur dengan kedua tangannya disilangkan di depan dada.
Aluna tidak bisa melihat dengan jelas siapa cowok itu, kemudian satu orang terlintas dipikirannya.

"Alex?" Aluna kembali ingat cowok brengsek yang kembali dia temui.

Tiba-tiba Aluna kembali merasakan denyutan di kepalanya, memori masa kelam kembali berputar dipikirannya. Aluna ketakutan, sangat ketakutan.

Trauma yang dideritanya beberapa tahun terakhir sangat menyiksa pikiran dan juga hatinya.

"Pergi!" Aluna berteriak sambil menggeleng-gelengkan kepalanya keras. Kedua tangan Aluna menutupi telinganya rapat-rapat.

MENGGAPAI SAMUDRA [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang