"Akan ada waktunya dia mengerti, siapa yang hanya datang diwaktu luang dan siapa yang meluangkan waktu untuk datang."
○---------------○
"Put your hand in mine." Gemercik genangan air yang di pijak Aluna menemani perjalanan pulangnya.
"You know that I want to be with you all the time." Aluna bersenandung ria sambil terus melangkahkan kakinya santai menikmati perjalanan pulang.
Kali ini Aluna menyanyikan lagu 'make you mine' dari public yang sedang viral di tiktok.
"You know that I won't stop until I make you mine."
Aluna terus bernyanyi sambil membayangkan betapa romantisnya jika salah satu cewek beruntung yang ditembak seperti video-video ditiktok adalah dirinya.
"You know that I won't stop until I make you mine.. Until I make you MINE!!!!!!"
Srettttt...
Suara motor mengerem mendadak tepat disamping Aluna. Dia terkejut sampai kata terakhir yang dinyanyikan Aluna menjadi teriakan karena efek terkejut.
Aluna mengelus dadanya mencoba menetralisir keterkejutannya. Bukan hanya dikejutkan karena dia hampir di srempet motor, tetapi juga dikejutkan dengan si oknum yang mengerem mendadak tadi.
"Naik." Ujar cowok itu dingin.
"Ya ampun Samudra lo bener-bener bikin gue kaget tahu gak? Hampir aja gue lo srempet, gimana kalo gue kesrempet tadi? Kan sakit... Gimana kalo-," cerocos Aluna.
"Gak usah ngaco. Mau naik gak?"
"Tunggu-tunggu... kok lo di sini?Bukannya tadi gak mau nganterin gue?"
"Gak usah banyak ngomong, mau pulang gak?" Tanya Samudra.
Setelah Aluna mulai berjalan menjauhi rumahnya, Samudra mendadak tidak tenang.
Pasalnya hari sudah mulai malam ditambah lagi setelah hujan seperti ini pasti jalanan sepi. Samudra takut terjadi sesuatu seperti malam itu saat Aluna berlari ketakutan.
Sifat Aluna yang sedikit aneh membuat Samudra khawatir membiarkan cewek itu sendirian. Karena tidak ingin menjadi tersangka karena membiarkan cewek pulang malam sendirian, Samudra keluar dari kamarnya lalu bergegas menyusul Aluna dan mengantarnya pulang.
"Tap-tapi..."
"Yaudah gue balik lag-."
"Tunggu!" Aluna reflek memegang lengan Samudra. Setelah sepersekian detik Aluna langsung menjauhkan tangannya.
Bukannya Aluna tidak mau diantar Samudra, tapi dia tidak ingin traumanya muncul saat bersama Samudra apalagi cowok itu membawa motor. Aluna takut saat terjadi kontak fisik, trauma akan cowok brengsek di masa lalunya bisa tiba-tiba muncul.
Tetapi momen langka ini tidak boleh Aluna sia-siakan. Jika dia menolak sama saja dia menghancurkan planningnya sendiri.
"Mau gak? Udah gerimis lagi."
"Emm gimana yaaa." Aluna masih menimang-nimang.
"Cepetan naik keburu hujan." Sarkas Samudra.
KAMU SEDANG MEMBACA
MENGGAPAI SAMUDRA [END]
Teen Fiction"Jangan sentuh gue! radius lima meter!" Ucap Aluna kelabakan. Kakinya semakin melangkah mundur hingga punggungnya bertabrakan dengan pohon. Samudra mengangkat alis sambil menampakkan senyum misterius. "Dasar cewek gila!" Balasnya saat Aluna berlari...
![MENGGAPAI SAMUDRA [END]](https://img.wattpad.com/cover/202756071-64-k224464.jpg)