"Haruskah aku menghabiskan milyaran detik yang tersisa untuk mengarungi seluruh lautan supaya bisa menggapai satu nama yaitu Samudra?"
○----------○
Selamat pagi gabungan lautan:) Jangan lupa di makan ya!
NeevAluna JA<3
Samudra mengernyit saat membaca surat kecil yang ada di atas kotak bekal misterius. Tiba-tiba saja saat Samudra masuk kelas, di mejanya ada kotak makan dengan surat kecil diatasnya.
Setelah membaca surat itu Samudra langsung membuangnya asal dan membuka isi kotak tersebut. Isinya sandwich dan tiga nugget. Samudra menggabukan ketiga nugget nya di atas sandwich dan terbentuklah tulisan ILY.
Samudra sangat malas menerima pemberian dari cewek aneh tersebut. Setelah lama hanya memandangi makanan itu, Dewa Bima dan Juna datang dengan rusuh kecuali Juna.
"Woy!!" Gertak Dewa membangunkan lamunan Samudra.
"Tuh makanan dilihatin doang nih? mending buat gue." Samudra tersadar dan langsung memberikan semuanya ke Dewa.
"Nih! Buat lo semuanya."
"Wih enak tuh dapet makan gratis." Celetuk Bima. Dia langsung ikut menyambar sandwich yang diberi Samudra.
"Dari Aluna tuh." Sambar Juna. Dia selalu saja mengetahui sesuatu. Diam bukan berarti tidak peduli keadaan di sekitarnya. Juna memang sangat pendiam tetapi dia selalu mengamati apa yang dia lihat.
Samudra hanya memberi anggukan kecil lalu berdiri. Dewa dan Bima yang mendengarnya langsung mengembalikan kotak tersebut.
"Makanan dikasih kok dikasihin orang lain." Ujar Dewa.
"Nih gue balikin." lanjutnya.
"Buat lo aja. Kalau dia ngasih tiap hari, lo gak usah sarapan. Abisin bekal dari dia." Balas Samudra lalu beranjak menuju kantin. Dia sebenarnya belum sarapan, tetapi dari pada memakan bekal buatan cewek aneh dia lebih memilih makan nasi di kantin.
Teman-temannya lalu mengikuti perginya Samudra. Meninggalkan bekal dari Aluna asal-asalan.
"Hai Tembok China!" Sapa Aluna saat melihat Samudra duduk di salah satu meja kantin. Saat ini mereka berjarak dua meja, Aluna menyapanya sedikit berteriak membuat perhatian beberapa siswa teralihkan padanya.
Aluna tersenyum lebar pada Samudra. Senyuman yang begitu tulus selalu terukir di hadapan Cowok gabungan lautan itu.
"Tadi pagi disapa gabungan lautan, sekarang gue dipanggil tembok china." Batin Samudra membuatnya geleng-geleng kepala sendiri.
"Samudra.. Kok di sini sih? Bekalnya kurang ya? Atau belum dimakan? Atau emang kurang? Kalau kurang besok gue tambahin deh."
"Samudra tadi gue bangun pagi banget loh buat bikin bekalnya, kalau belum lo makan jangan lupa dimakan ya!" Aluna terus saja berbiacara sendiri. Tidak peduli Samudra mendengarkannya atau tidak.
"Samudra ini tuh pertama kalinya gue bikin sarapan buat orang lain. Tadi gue bingung tau mau bikin apa. Lo suka gak sama rotinya? tadi kayaknya keasinan deh, Oh iya katanya kalau masak terus keasinan itu tandanya pengin cepet-cepet nikah. Berarti gue pengin cepet-cepet nikah sama lo dong!" Aluna terkikik sendiri setelah mengucapkan kalimat yang terakhir.
Dia terus saja mengoceh di depan Samudra. Telinganya sudah sangat panas, dia muak mendengar ocehan tidak jelas dari cewek gila ini.
Sebenarnya bukan hanya Samudra yang terganggu. Beberapa siswa yang ada di kantin juga sedikit terusik dengan Aluna yang teriak-teriak sendiri. Aluna tidak ada niatan sekalipun untuk mendekatkan jarak pada Samudra.
KAMU SEDANG MEMBACA
MENGGAPAI SAMUDRA [END]
Teen Fiction"Jangan sentuh gue! radius lima meter!" Ucap Aluna kelabakan. Kakinya semakin melangkah mundur hingga punggungnya bertabrakan dengan pohon. Samudra mengangkat alis sambil menampakkan senyum misterius. "Dasar cewek gila!" Balasnya saat Aluna berlari...
![MENGGAPAI SAMUDRA [END]](https://img.wattpad.com/cover/202756071-64-k224464.jpg)