"Sekarang maupun nanti, semoga tetap sehangat mentari, tidak lagi sedingin benua yang ada dikedua belahan ujung bumi."
○--------------○
NeevAluna Jesslyn.
~Akan selalu menanti, meski hati tak kunjung mengerti.
....
Tanpa basa basi, Aluna langsung memeluk Samudra.
"Lo udah suka ya sama gue?" Tanyanya yang masih bersembunyi di dada bidang Samudra yang tertutupi seragam putih abu-abunya.
"Kayaknya----," Sorot pandang Samudra mengarah pada murid-murid lain yang menatapnya tidak percaya. "Lo tambah gila." Pelukan Aluna tiba-tiba terlepas saat Samudra langsung mendorongnya.
Aluna mendengkus saat Samudra mengalihkan pandangannya. "Gue kira lo udah suka beneran." Batinnya.
"Kan lo tahu sendiri, gue gila juga gara-gara lo."
Samudra menautkan kedua alisnya dan langsung dibalas tatapan gemas oleh Aluna. "Ih--- iya gue gila, gue tergila-gila sama lo Samudra!"
Kalimat Aluna langsung disambut dengan tatapan malas. Samudra beranjak pergi dari hadapan cewek aneh ini. Dia sedikit mempercepat langkahnya karena Aluna berlari mengikutinya.
"Loh Sam, kok pergi sih?!"
"Samudra jalannya jangan cepet-cepet!" Kaki Aluna yang sudah jelas lebih pendek dari kaki jenjang Samudra membuat langkahnya tertinggal jauh.
"Sam, kok jadi main kejar-kejaran gini sih?!"
"Capek Sam, berhenti dong."
"Sam!!! Jadi udah beneran suka belum sapa gue?!"
"Jadi kapan Sam?!"
"Jadi----an sekarang?!"
"SAM?!?!?!"
"Berisik." Samudra pergi ke gerombolan teman-temannya yang ada di kantin Mbak Jumi. Sudah pasti Aluna tidak berani menghampiri gerombolan laki-laki ini.
Aluna berhenti saat melihat Samudra bergabung dengan segerombolan anak-anak Reckless di sana. Dia jadi harus berpikir dua kali untuk menghampiri Samudra.
"Samperin enggak ya?" Guman Aluna.
"Samperin masa?" Aluna melihat kembali gerombolan laki-laki itu. "Tapi---" sangat ramai dan ricuh, Aluna dibuat meringis melihatnya. Mana mungkin dia pergi ke sana.
"Eh! Ada neng Aluna." Tiba-tiba ada tangan kekar merangkulnya tanpa izin. Tanpa melihat siapa orang itu, Aluna langsung berbalik dan menghindar.
"Bima?" Beonya. Kemudian beralih menatap Juna dan juga Dewa di sampingnya.
"Eh maap Al, gak ada maksud." Bima menyatukan kedua telapak tangannya sambil menyengir lebar.
"Ti ati lo kena bogem Samudra tahu rasa lo."
Bima tidak mengindahi peringatan Dewa. "Gak takut." Balasnya enteng.
"SAM!!! BIMA NANTANGIN LO!" Teriak Dewa kearah kursi pojok kantin tempat Samudra meminum es teh.
Bima langsung menggeleng kuat. "Bercanda Sam ampun Sam....."
KAMU SEDANG MEMBACA
MENGGAPAI SAMUDRA [END]
Genç Kurgu"Jangan sentuh gue! radius lima meter!" Ucap Aluna kelabakan. Kakinya semakin melangkah mundur hingga punggungnya bertabrakan dengan pohon. Samudra mengangkat alis sambil menampakkan senyum misterius. "Dasar cewek gila!" Balasnya saat Aluna berlari...
![MENGGAPAI SAMUDRA [END]](https://img.wattpad.com/cover/202756071-64-k224464.jpg)