26- Jatuh cinta

247 14 0
                                        

"semoga jatuh cinta kali ini tidak membuatku jatuh" -Neevaluna

———————

Beberapa buku dan alat tulis berserakan di atas meja membuat Aluna menjadi satu-satunya murid yang belum meninggalkan kelas. Gadis dengan pita kecil yang terselip di rambut sebelah kanannya itu merapikan setiap barang-barangnya.

ting...

Dering pesan itu berhasil membuat pergerakannya terhenti. Dia melirik nama yang tertera pada layar ponsel. 'Samudra', Kedua sudut bibir Aluna tertarik dan membentuk lengkungan senyum yang sangat lebar.

Dia mengambil ponsel itu dan membuka isi pesan yang dikirimkan Samudra.

Samudra
Udah cantik, ayo pulang!

Kepala Aluna terangkat untuk mencari keberadaan Samudra. Senyum Aluna semakin mengembang sampai kedua kelopak matanya ikut menyipit saat melihat Samudra berdiri mengetok pintu kelasnya sambil tersenyum manis.

Laki-laki dengan tinggi serratus tujuh puluh tujuh centi meter itu berdiri menyandar salah satu pintu. rambut lurus berwarna coklat milik Samudra mulai memanjang sedikit menutupi alisnya. Jangan lupakan tahi lalat yang berada di bawah mata sebelah kanannya yang membuat senyum Samudra semakin membuat semua perempuan terpesona olehnya.

Senyumnya tidak luntur sama sekali sampai Aluna menghampirinya.

"Udah?" Tanya Samudra sembari bangun dari posisi bersandarnya.

Aluna menarik kedua ujung tali ranselnya dan mengangguk. "Ayo!" ajaknya.

Mereka berdua berjalan beriringan melewati kelas-kelas yang sudah mulai sepi. Tidak banyak kata yang terucap dari keduanya. Mereka berdua hanya menunjukkan senyum masing-masing.

Aluna ingin mengatakan sesuatu, tetapi dia berusaha keras untuk menahannya. Takut jawaban dari Samudra tidak sesuai dengan ekspektasinya. Setelah berpikir keras untuk memutuskan akan jatuh cinta kembali, Aluna ingin memastikan dahulu apakah Samudra benar-benar menyukainya juga atau Samudra hanya respect Aluna karena telah menyukainya.

"Sam..." Langkah Aluna terhenti setelah dia memantapkan diri untuk bertanya pada Samudra.

Samudra menoleh kebelakang. "Hmm?" tanya Samudra.

Kini mereka saling berhadapan dengan jarak dua langkah kaki Samudra. Aluna tampak sedikit kebingungan menyusun kata-kata. Samudra hanya menunggunya dengan tatapan teduh namun sedikit bingung.

Aluna belum mengucapkan satu katapun. Lidahnya menjadi kelu, dia memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya. Bagaimana jika bukan kupu-kupu yang akan ia rasakan dalam perutnya, melainkan rasa malu atas penolakan yang akan dia dapatkan.

Kedua mata Samudra menyipit saat melihat Aluna sedikit gelisah. Tatapan dari Samudra sedikit demi sedikit semakin tajam. Aluna yang ditatap seperti itu menjadi bingung seketika.

Samudra melangkahkan kakinya maju, menipiskan jarak di antara mereka. Tatapan Samudra tertuju pada wajah Aluna.

Nafas Aluna tertahan saat Samudra semakin mendekat. Jarak keduanya kian menipis menyisakan ruang kosong sekitar lima centi saja, kini Samudra sedikit menunduk, mensejajarkan tubuhnya dengan Aluna yang dua puluh centi meter lebih pendek dari Samudra.

Spontan Aluna memejamkan kedua matanya. Bahkan sekarang dia bisa merasakan tangan Samudra tengah memegang pipi kirinya. Aluna sedikit tersentak saat tangan dinging Samudra menyentuh pipi hangatnya. Dia semakin memejamkan mata hingga kening milik Aluna membentuk kerutan.

Dia menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Tetapi yang ia rasakan hanyalah tangan Samudra menyentuh pipinya sebentar lalu tidak ada sesuatu lain terjadi.

MENGGAPAI SAMUDRA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang