42 [Amarah Bumi]

849 106 15
                                        

Happy reading^^

-Dekati dulu Tuhannya. Maka kau akan dapat hamba nya.- By Kzdh_14


Masih mengenakan setelan jas. Mars memasuki kamar Pluto tanpa ketuk terlebih dahulu.

"Ganteng banget,"gumang Mentari.

"LU PULANG GAK NGAJAK-NGAJAK. NANTI YANG DI MARAHIN PASTI GUA,"ucap Mars dengan nada tinggi.

"MANA GUE TAU, KALAU LU MAU PULANG!"jawab Pluto dengan nada tinggi.

Mars menatap tajam mata Pluto. Ia mencari celah agar Pluto mau mengakui kesalahannya. Dan benar saja Pluto langsung luluh ketika sudah ditatap matanya.

"Iya-iya gue salah,"akui kesalahan nya.

"Nah gitu. Biar gausah capek gua marah-marah,"senyum Mars sambil mengacak rambut Pluto.

"Ih apaan sih. Malu tau,"

"Eh ada Mentari. Sejak kapan di sini?"tanya Mars.

"Se-sejak tadi Kak,"jawabnya.

"Oh yaudah gua mau balik dulu,"ujar nya langsung pergi.

"Ganggu aja,"tutur Pluto.

Tidak lama kemudian, terdengar suara mobil di depan rumah. Pluto mengintip dari balik jendela, terlihat kedua orang tuanya bersama dengan Bumi. Melihat itu Pluto langsung menarik napas dalam-dalam takut nanti tidak bisa bernapas dengan lega di hadapan ketiga orang itu.

"Mentari. Maaf ya nanti gue gak bisa nemenin lo di sini. Tapi tenang gak lama kok, pasti gua balik ke kamar ini!"

"Emang nya kamu mau kemana?"tanya Mentari.

"Gue mau menghadapi maut,"jawabannya singkat.

"Kamu mau berantem Pluto?!"kedua alis Mentari ke arah atas.

"Engga gausah khawatir,"

Pluto menutup pintu kamar. Ia lalu turun ke lantai bawah menggunakan lift. Begitu terkejutnya ia saat pintu lift terbuka sudah ada wajah garang dari Bumi.

"JELASIN SAMA ABANG SEKARANG!"pinta Bumi dengan suara tinggi.

"I-iya Bang,"kikuk Pluto.

Pluto berjalan ke ruang keluarga. Ia lalu duduk di sofa. Menunggu Bumi dan kedua orang tuanya datang. Bumi menaiki lift menuju kamar Mars, ia langsung menggedor pintu dengan keras.

"KELUAR LO!"

Mars langsung membuka pintu. Wajahnya sedikit pucat ketika melihat wajah garang Bumi, Abangnya itu jarang sekali marah. Sekali marah sudah membuat seisi rumah ketakutan.

Bugh! 

Satu pukulan tepat mengenai wajah bagian kiri Mars. Sampai ada sedikit darah di bibirnya. Mars hanya bisa tertunduk, tidak berani melawan.

"IKUT GUA!"titah Bumi.

Mars hanya mengekori Bumi sambil terus memegangi luka di bibirnya. Pluto dan Mars sudah dihadapkan oleh Bumi dan kedua orang tuanya. Ini seperti sidang kejahatan yang perlu hukum mati.

QUEEN OF YVONE [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang