32 [Bertemu Emak Amalia]

828 111 3
                                        

Happy Reading^^

-Tipuan tidak akan pernah berpengaruh pada orang yang mempunyai rasa ingin tau. -by Kzdh_14

Dan sampailah Pluto di sebuah tempat yang ia tuju. Dengan cepat ia langsung keluar, lalu mengetuk pintu.

"Assalamu'alaikum, Emak!"ucap Pluto sambil mengetuk pintu.

"Uhuk, uhuk. Sebentar,"jawab seseorang dari dalam.

Krek, suara pintu dibuka. Terlihat Emak Amalia yang berpakaian sederhana, sedang memegang beberapa kertas.

"Nak Pluto. Siahkan masuk,"ujar Emak Amalia.

"Iya Mak. Ma-maaf Pluto gak sabar sama hasilnya, jadi datang jam segini,"jelas Pluto sambil kaki nya melangkah masuk.

"Tidak apa-apa. Emak juga sudah terbangun dari tadi,"ucapnya.

Emak Amalia lalu memberi Pluto teh hangat. Ia tahu kalau Pluto sedang kedinginan.

Emak menyodorkan secangkir teh. "Ayo di minum,"

"I-iya Mak. Terimakasih,"ucap Pluto kikuk.

"Teh saja kok, tidak usah mengucapkan terimakasih,"ucap Emak Amalia sambil tersenyum.

Pluto lalu meminum teh itu dengan salah tingkah. Teh yang panas itu membuat ia tersedak.

"Nak Pluto mau lihat hasil tes DNA nya 'kan? Ini,"beri Emak Amalia sebuah amplop.

"Gimana hasilnya Mak?"

"Em. Kamu buka sendiri di rumah ya,"jawab Emak Amalia.

Dret (ponsel Pluto berbunyi, dan terpampang nama "Marsss")

"Bentar ya Mak. Ada telepon dari saudara kembar saya,"ucap Pluto lalu berjalan untuk sedikit menjauh dari Emak Amalia.

Emak Amalia hanya menganggukkan kepala pertanda setuju.

"Woi! Lo di mana? Kok gak ada di markas?" Tanya Mars.

"Gu-gue lagi beli nasi goreng. Di pinggir jalan,"jawabnya.

"Gua tau kalau orang jualan pasti di pinggir jalan. Gak mungkin di tengah jalan! Sini lo buruan!"titah Mars.

"Iya-iya! Aduh gausah sambil teriak juga. Telinga gua masih berfungsi tau,"ucap Pluto.

Pluto lalu mematikan telepon sepihak. Dan karena takut ketahuan, jadi ia harus buru-buru pergi ke markas menemui Mars.

"Emak maaf ya. Pluto di cariin sama Mars, jadi Pluto pulang dulu ya. Dan ini ada sedikit uang untuk bantu Mak,"beri nya sambil bersalaman.

"Tidak usah Nak. Emak menolong mu dengan ikhlas,"tolak Emak Amalia.

"Kalau Emak gak terima berarti Mak ngerepotin aku. Karena aku pasti gak enak untuk pergi,"ucap Pluto.

"Baiklah. Emak terima, semoga ini bisa membantu Emak,"terima Emak Amalia.

"Aamiin. Pluto pulang dulu ya Mak. Assalamu'alaikum!"

"Walaikumsalam,"

Pluto lalu bergegas menuju mobilnya untuk pergi ke markas menemui Mars yang sudah curiga. Di tengah jalan, ia melihat ada tukang nasi goreng. Kebetulan sekali, Pluto lalu berhenti untuk membeli nasi goreng sebagai bukti saja.

"Neng jangan menyerobot antrian dong, kami dari jam 03:00 nunggu nasi ini,"ucap seorang Ibu-ibu.

"Maaf Buk. Tapi saya lagi buru-buru,"bela Pluto.

"Kami juga sama!"ucap semua orang yang sedang mengantri.

Seketika Pluto terdiam. Benar juga sih kalau dia sedang membeli sampai ngantri sepanjang ini pasti marah ketika antrian di serobot orang. Dan munculnya akal pintar Pluto untuk membeli nasi goreng dari orang yang baru dapat.

"Pak. Nasi goreng ini untuk saya ya. Saya ganti deh sama uang,"tawar Pluto.

"Uangnya berapa dulu neng?"

"Segini,"beri Pluto segepok uang.

"Ini-ini neng. Aduh banyak banget duitnya,"

"Makasih Pak,"Pluto langsung membawa nasi goreng itu ke dalam mobil lalu melaju dengan cepat.

Sampai lah Pluto di depan markas Yvone. Dan sudah ada Mars yang menunggu dengan wajah masam.

"Assalamu'alaikum!"ucap Pluto.

"Walaikumsalam. Lo kemana aja sih? Dari sebelum azan subuh sampai gua sama yang lain pulang dari masjid lo baru datang sekarang!"kesal Mars.

"Hehe maaf. Ini nasi goreng buat lo,"beri Pluto pada Mars.

Seketika aura marah Mars hilang ketika di beri nasi goreng pinggir jalan. Alex yang yang lain pun iri karena Pluto hanya memberi nasi goreng pada Mars saja.

"Punya kami mana?"tanya Alex.

"Beli aja sono, di "jalan aja terus" banyak yang ngantri,"

"Huuuu" Pluto pun di soraki.

Pluto yang sudah tidak sabar dengan hasil tes DNA. Langsung saja masuk ke dalam ke ruangan khusus nya untuk membuka amplop yang tadi.

"Bismillah ya Allah semoga tidak mengecewakan,"

Pluto membuka dengan perlahan amplop itu. Dan keluarlah selembar kertas yang berisi tulisan dan beberapa tabel yang ada nama ia dan keluarga PlanetS. Pluto lalu membaca dengan perlahan, ia takut dengan kenyataan yang akan ia hadapi.

"Apa? Kok...

TBC

Hayo ada yang bisa tebak hasil tes DNA nya?




QUEEN OF YVONE [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang