13

2.9K 334 70
                                        

A SasuHina Fanfiction

.

Characters © Masashi Kishimoto
Story © chloenaru

.

Happy Reading^^













Sudah lewat sebulan semenjak Sasuke dan Hinata terikat tali pernikahan. Tak disangka, bahwa ternyata keduanya dapat saling menerima satu sama lain. Pada dasarnya, Sasuke dan Hinata menikah hanya karena mereka yang dihadapkan pada situasi di mana keduanya diharuskan mengambil keputusan itu.

Sasuke pikir, pernikahan mereka akan berakhir seperti neraka, dikarenakan keduanya yang tak saling mencintai. Namun ternyata, ia salah besar. Segala kemungkinan buruk yang berkeliaran di benaknya tak terjadi dan semoga saja tak akan pernah terjadi.

Ia pun berpikir bahwa dirinya dengan sang istri akan sering cekcok dan ia kembali salah dengan asumsinya—Sasuke dengan segala pemikiran negatifnya.

Hinata yang tenang, lembut, dan penyayang itu merupakan faktor terbesar yang menyebabkan keberhasilan lancarnya rumah tangga mereka.

Sasuke sudah kembali bekerja, ia hanya mengambil cuti selama dua Minggu. Sedangkan Hinata, ia belum kembali bekerja. Itu dikarenakan kandungannya, entah kenapa ketika kandungan Hinata sudah berusia 12 Minggu, Hinata malah lebih sering mengalami morning sickness.

Hal itu membuat Sasuke sangat khawatir, tentu saja. Kerap kali, Sasuke berniat untuk tak masuk kerja sekedar menemani Hinata. Kian urung, karena Hinata mengatakan hal itu wajar dan dirinya baik-baik saja. Seperti saat ini, Sasuke yang ingin berangkat kerja harus kembali melihat bagaimana pucatnya Hinata ketika mengalami hal itu.

Ia menyatukan rambut Hinata yang tergerai bebas di punggung. Tangan yang satunya ia gunakan untuk memijit pelan tengkuk Hinata—itu yang ibunya ajarkan saat mereka masih di kediaman Uchiha.

Peluh mengalir dari pelipis Hinata, ini sangat menyiksanya. Wajah Hinata sudah pucat pasi dan itu membuat Sasuke semakin khawatir.

"Apa kau tidak ingin ke dokter saja, Hinata?"

Hinata menggeleng lemah, "ini wajar, aku sudah sering merasakannya saat usia kandunganku masih satu bulan. Tapi, aku tak tau kenapa disaat sudah menginjak bulan ketiga malah semakin parah."

Sasuke hanya mendesah pasrah, lalu menggiring Hinata menuju ranjang. "Apa kau ingin makan lagi?"

"Tidak, aku hanya ingin tidur." Jawabnya disertai gelengan kepala lemah. Ia pun mulai membaringkan tubuhnya dan menarik selimut.

"Baiklah, tapi aku akan menelpon ibu untuk menemanimu."

Hinata sudah mulai memejamkan matanya, namun kembali bersuara saat menyadari Sasuke yang telah siap untuk berangkat. "Berhati-hatilah saat di jalan. Semoga harimu menyenangkan."

"Hn, kau beristirahatlah." Sahut Sasuke seraya mendekati Hinata dan mengelus surai wanita itu pelan.

Sasuke pun telah berangkat kerja, kini tinggal Hinata sendiri di rumah itu. Ah, tidak, sebenarnya akan ada pelayan yang datang nanti untuk membersihkan rumah, dan juga satpam yang sedang bertugas.

MOTIVE [SH]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang