Di sudut kota ini: tempat tak berubah, kenangan pun tak berpindah.
Dan aku harus tetap melangkah.
Meski raga ini terasa ingin patah.
Kuyakin yang terbaik pasti akan singgah.
Di detik-detik terakhir pencarian.
Antara pegal nya perjalanan, dan linunya penantian.
Aku lama membandingkan mana yang lebih puisi?
Matamu, atau Do'aku.
Berdo'alah desak Tuhan sesukamu.
Jika Do'a itu tersulam dari hati yang tulus.
Jangankan sepotong hati manusia,
Konon surga bisa di tukar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tak Pernah Selesai
PoetryKumpulan puisi untuk kekasih pertama. Meski kau tak kunjung jadi rumah. Bila kelak kau akhirnya tak terjamah. Akan ku kenang kau sebagai luka yang paling berdarah.
