Hati yang kau tuju bukan tak bisa di buka
Tetapi, memang tak berpintu.
Aku jelas tertekan dari berbagai sudut.
Mencari jalan keluar, bagaimana.
Kembali menyusuri kegelapan.
Menunggu sesiapa yang datang,
Tapi tidak ada.
Tersungkur jatuh di lubang berbeda,
Tapi lebih dalam seperti.
Jurang.
Aku mati.
Untuk yang kesekian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tak Pernah Selesai
PoetryKumpulan puisi untuk kekasih pertama. Meski kau tak kunjung jadi rumah. Bila kelak kau akhirnya tak terjamah. Akan ku kenang kau sebagai luka yang paling berdarah.
