Mau menangis?
Menangislah
Lagian cuma aku yang melihat.
Kau tak perlu sungkan.
Sampai kapanpun, aku akan tetap menerima
Kepulanganmu yang bodoh ini dengan tangan terbuka lebar.
Sampai kapanpun, tangismu takkan pernah menjadi hina.
Sampai kapanpun, teriakanmu takkan pernah menjadi hina.
Sampai kapanpun, teriakanmu takkan memekakan telinga.
Sampai kapanpun, aku akan tetap mengobati seikhlas hati.
Tegarlah!
Walau aku tak melihat apa yang kau lakukan di luar sana.
Aku berani bersaksi di hadapan semesta kau tak pernah setengah-setengah soal perasaan
Bahwa kau, sedang berjuang semampumu,
sekerasmu, sepenuh-penuhnya dayamu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tak Pernah Selesai
PoesiaKumpulan puisi untuk kekasih pertama. Meski kau tak kunjung jadi rumah. Bila kelak kau akhirnya tak terjamah. Akan ku kenang kau sebagai luka yang paling berdarah.
