Sebanyak air mata yang tumpah karenamu.
Sebanyak itu pula detik akan memanggil kenangan tentang aku.
Kamu akan terbunuh rindu.
Dengan cara yang paling beringas.
Hingga kamu rasa jera untuk mencintai lagi
Siapapun selain hanya aku.
Seringkali terjadi,
Di sana ada seseorang yang memperhatikanmu,
Dengan pandangan penuh cinta,
Tapi engkau tidak menyadarinya.
Hai semesta...
Bagaimana mungkin kau meminta kami saling melepaskan.
Bahkan kami belum sempat saling bergenggaman.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tak Pernah Selesai
PoetryKumpulan puisi untuk kekasih pertama. Meski kau tak kunjung jadi rumah. Bila kelak kau akhirnya tak terjamah. Akan ku kenang kau sebagai luka yang paling berdarah.
