Part 05
Dayana tampak terkejut sekaligus bingung dengan apa yang guru itu lakukan, begitupun dengan kedua pegawainya yang turut merasakan hal yang sama. Karena tidak ingin ada yang salah paham, dengan cepat Dayana menarik tubuh guru tersebut untuk segera berdiri dari tempatnya.
"Apa yang Anda lakukan? Cepat bangun!" pinta Dayana terdengar tak nyaman sembari sesekali melirik ke arah sekelilingnya.
"Saya tidak akan bangun dari tempat saya sekarang, sebelum Anda mengubah keputusan Anda untuk menghancurkan sekolah ini." Arya menjawab yakin, yang tentu saja membuat Dayana kesal.
"Apa Anda sudah gila? Saya sudah membeli tanah ini dengan harga ratusan juta, dan bagaimana mungkin saya mau mendengarkan permohonan Anda itu begitu saja? Memangnya siapa Anda?" Dayana menegakkan punggungnya sembari menatap tak habis pikir ke arah Arya.
"Saya memang cuma guru biasa, tapi saya tidak mungkin diam saja melihat murid-murid saya harus pindah dan kehilangan pendidikan dari sekolah ini, karena cuma di sekolah ini lah mereka bisa tenang belajar tanpa harus memikirkan biaya besar." Arya menundukkan wajahnya dan bahkan suaranya terdengar serak sekarang.
"Jadi saya mohon pada Anda, tolong pertahanan sekolah ini demi ratusan murid yang belajar di sini, Bu. Sebagai gantinya, saya mau melakukan apapun yang Anda perintahkan, bahkan menjadi pegawai Anda tanpa dibayar pun saya mau." Arya berujar yakin yang tentu saja membuat Dayana tersenyum sinis mendengarnya.
"Sayangnya saya tidak tertarik, jadi tolong berhenti melakukan hal bodoh. Cepat berdiri dan pergi dari sini!" Dayana menjawab tegas, ia benar-benar sudah kehilangan kesabarannya sekarang, namun ia juga tidak mungkin bersikap kasar pada seorang guru, yang bahkan tidak ia kenal ataupun tahu namanya.
"Tolong pertimbangkan permohonan saya, Bu. Saya janji, saya akan mengabdikan hidup saya pada Anda dan saya juga akan melakukan apapun yang Anda perintahkan, asalkan sekolah ini tidak dihancurkan. Meskipun Anda tidak melakukannya untuk saya, setidaknya Anda lakukan demi ratusan anak-anak yang pantas mendapatkan pendidikan yang layak."
"Anda ini seorang guru, seharusnya Anda tahu betul kalau sekolah itu tidak cuma ada satu. Masih ada sekolah lain yang mau menerima murid-murid Anda, jadi jangan bertindak bak pahlawan kesiangan untuk mereka." Dayana menjawab tak habis pikir dengan jalan pikiran guru tersebut, yang begitu gigih mempertahankan sekolahnya.
"Hampir seluruh murid-murid kami berasal dari keluarga kurang mampu, dan hanya sekolah kami lah yang mau menerima dan membantu biaya pendidikan mereka. Kami sangat berjuang memperbaiki kualitas sekolah kami untuk menarik donatur dan juga perhatian pemerintah, kalau bukan di sekolah ini, di sekolah yang seperti apa mereka akan mendapatkan pendidikan? Sekolah dengan biaya yang mahal? Pasti orang tua mereka akan berpikir ulang untuk melanjutkan pendidikan anak-anaknya, dan yang terjadi banyak dari mereka yang akan putus sekolah."
Mendengar ucapan guru tersebut, yang Dayana lakukan hanya menghela nafas dan ekspresi yang terlihat jengah, merasa lelah saja dengan lelaki yang kini masih bersimpuh di depannya. Jujur saja, Dayana juga merasa kasihan dengan mereka, namun ia juga tidak mungkin membatalkan rencananya begitu saja, terlebih lagi setelah ia mengeluarkan uang ratusan juta untuk membeli tanah.
"Saya benar-benar tidak peduli dengan semua itu, karena yang saya tahu, seluruh tanah di sekolah ini sudah saya beli, jadi saya berhak melakukan apapun yang saya inginkan di sini." Dayana menjawab tegas yang kian membuat Arya melemas, merasa tak berdaya dengan penolakan Dayana, meskipun keputusan wanita itu sendiri tidak salah.
"Maafkan saya, saya hanya ingin mempertahankan sekolah ini demi murid-murid saya ...." Arya menjawab pasrah dan menunduk tanpa mau menatap ke arah Dayana, sampai tidak menyadari kepala sekolah datang dari arah belakangnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Contract Husband (Completed)
CintaDemi keinginannya memiliki seorang anak, Dayana harus menjalani pernikahan kontrak dengan Arya, seorang guru SD yang tentu tidak bisa dikatakan mapan. Namun karena wajahnya yang tampan dan juga prestasinya yang lumayan, Dayana memilih lelaki itu un...
