Part 12

2.2K 129 3
                                        

Part 12

Dayana memejamkan matanya dengan bibir merapat, beberapa kali ia juga terlihat menghembuskan nafas panjangnya, seolah tidak menyangka dengan fakta yang baru didengarnya. Arya, calon suaminya itu ternyata seorang ketua RT di tempat tinggalnya, suatu pekerjaan yang bahkan tidak pernah Dayana bayangkan sebelumnya.

"Anda tidak apa-apa?"

"Ya, tentu. Memangnya saya kenapa? Saya tidak apa-apa, saya hanya tidak menyangka kalau Anda lulusan terbaik di universitas terkenal tapi mau menjadi ketua RT?"

"Saya sendiri juga tidak menyangka, semua terjadi begitu saja. Tapi dari mana Anda tahu kalau saya pernah menjadi lulusan terbaik di universitas terkenal?"

"Tentu saja dari kepala sekolah. Tapi tunggu, bukannya syarat menjadi ketua RT itu harus sudah menikah ya?"

"Iya memang." Arya mengangguk setuju.

"Tapi kenapa Anda bisa menjadi ketua RT sedangkan Anda saja belum menikah? Atau Anda pernah menikah sebelumnya?" tanya Dayana yang langsung digelengi kepala oleh Arya.

"Saya belum pernah menikah sekalipun. Tapi beberapa bulan yang lalu ketua RT di sini meninggal secara mendadak, padahal saat itu akan ada acara. Jadi mau tak mau harus ada yang menggantikannya dan warga di sini menunjuk saya yang menjadi ketua RT, mereka bilang kalau saya sangat bijak saat membantu warga dalam menyelesaikan suatu masalah. Warga di sini juga paham pendidikan saya, jadi mungkin itu juga yang mendasari mereka menginginkan saya menjabat. Tapi ini cuma sementara waktu saja, sampai ada pengganti ketua RT yang baru. Saya sendiri juga tidak ingin melakukan ini, karena waktu saya banyak terbagi dan saya sering kelelahan." Arya menjawab jujur, sedangkan Dayana hanya mengangguk paham lalu menoleh ke arah toko Arya yang ramai.

"Kok mereka seperti memperhatikan saya?" tanya Dayana mulai merasa risih lagi, sedangkan Arya yang mendengarnya menoleh ke arah yang Dayana maksud, di sana memang banyak orang yang membicarakannya dengan menatap penasaran ke arah Dayana.

"Mungkin mereka cuma penasaran dan ingin tahu Anda siapa?" jawab Arya, namun tak membuat Dayana merasa senang dengan posisinya.

"Arya, kenapa masih di situ? Ayo, ajak calon istrimu masuk!" Nenek Arya yang baru menyadari kedatangan mereka seketika keluar dari toko dan melambaikan tangan ke arah cucunya, lalu mengajak Dayana masuk ke dalam rumahnya. Dan tentu saja bisa ditebak bagaimana reaksi orang-orang yang mendengarnya, mereka tampak terkejut dan tak percaya bila Arya yang mereka kenal itu sudah memiliki calon istri, itu artinya lelaki itu akan menikah dalam waktu dekat.

"Apa? Calon istri?" gumam Dayana sembari menatap ke arah Arya dengan tatapan meminta penjelasan.

"Kenapa, Bu?" Arya tampak tak mengerti dengan tatapan Dayana, wanita itu bahkan terlihat tidak terima bila dibaca dari ekspresi wajahnya.

"Saya calon istri Anda?" tanya Dayana terdengar geram, namun Arya justru menganggukinya karena memang itu kenyataannya.

"Iya kan Anda memang calon istri saya?" Arya menjawab dengan keraguan, namun Dayana justru menghela nafas panjang.

"Anda tahu kan itu cuma pernikahan kontrak, sekarang kenapa semua orang jadi tahu kalau kita akan menikah?" bisik Dayana dengan berusaha untuk tetap terlihat tenang di depan semua orang.

"Oh jadi Anda tidak menyukainya? Maafkan saya, Bu. Nenek saya yang salah, beliau tidak tahu itu, tapi saya akan menegurnya."

"Sudahlah," jawab Dayana dengan berusaha tak peduli, toh memang ia akan menikah, hanya saja hatinya yang seolah tidak terima dengan kenyataan hidupnya.

"Arya, kenapa diam saja? Cepat bawa calon istrimu masuk, Nenek akan tutup toko dulu sebentar." Wanita tua itu kembali berujar ke arah Arya yang hanya mengangguk setuju, lalu kembali masuk ke dalam tokonya dan menyuruh pelanggannya untuk pergi dari sana.

My Contract Husband (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang