Part 25

2.4K 115 0
                                        

Part 25

Setelah menjalani proses yang panjang mulai dari stimulasi, pengambilan telur, inseminasi, fertilisasi, dan kultur embrio. Kini akhirnya tiba saatnya Dayana menjalani tahapan selanjutnya, yaitu transfer embrio di mana dokter akan memasukkan tabung tipis (kateter) yang berisi embrio ke dalam v*gin*.

Proses itu tidak menakutkan untuk Dayana yang sudah melalui banyak tahapan yang lebih menyakitkan, dan mungkin hal ini juga tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan saat nanti ia melahirkan. Itu lah kenapa Dayana selalu berusaha untuk terlihat kuat dan tenang di depan semua orang terutama Arya, yang memang ia sudah terbiasa menjalani masa sulit dari dulu dan mungkin sampai sekarang.

Setelah semua selesai, Arya membantu Dayana untuk duduk di kursi, di sana ada juga dokter yang berniat memberi mereka penjelasan. Sejak tadi dan mungkin sejak awal dimulainya tahapan untuk bayi tabung, Arya selalu terlihat khawatir dengan kondisi Dayana, namun wanita itu selalu terlihat baik-baik saja, tidak mengeluh dan bahkan tidak marah-marah seperti biasa, padahal apa yang dilakukannya juga tidak mudah.

"Setelah ini kita tunggu kabar baiknya ya? Saya harap, dalam beberapa Minggu ke depan Anda bisa positif hamil. Saya sarankan untuk Anda jangan terlalu kelelahan, usahakan banyak beristirahat di rumah, kurangi stres, dan juga jangan terlalu banyak pikiran." Dokter tersebut berujar ke arah Dayana yang mengangguk paham.

"Istri saya ini bekerja dari pagi sampai sore hari, pekerjaannya juga cukup berat dan mengandalkan banyak pikiran. Apa sebaiknya dia berhenti dulu untuk sementara waktu, Dok?" tanya Arya terdengar khawatir, namun Dayana justru kurang suka dengan pertanyaannya.

"Memangnya kenapa kalau saya bekerja? Saya masih bisa menghandle semuanya dengan baik kok." Dayana menyahut tak habis pikir ke arah Arya yang tampak tak berani menjawab, karena ia bukan suami yang berhak mengatur istrinya, namun jauh di dalam hatinya ia sangat mengkhawatirkan istrinya tersebut.

"Bu, tolong jangan marah dulu. Karena apa yang suami Anda katakan itu benar. Mungkin untuk saat ini, Anda merasa cukup kuat untuk bekerja. Tapi saat Anda benar-benar hamil anak kembar, mungkin Anda tidak bisa bekerja lagi karena kebanyakan kehamilan kembar itu jauh lebih sulit dari pada kehamilan satu anak."

"Maksudnya bagaimana, Dok?"

"Dari segi kondisi fisik, kesehatan, dan bahkan juga mental, ibu dengan kehamilan kembar itu jauh lebih berat. Akan lebih baik bila Anda berhenti bekerja untuk sementara sampai kondisi Anda pulih setelah melahirkan."

"Sampai melahirkan? Itu lama sekali, Dok."

"Saya tahu itu, tapi saya menyarankan hal ini karena saya sudah berpengalaman tentang masalah ibu dengan kehamilan kembar. Tapi, kalau nanti Anda hamil dan Anda merasa kondisi tubuh Anda cukup baik dan fit, Anda bekerja pun tidak masalah, asalkan tetap utamakan keselamatan dan jangan terlalu kelelahan." Dokter tersebut menjelaskan dengan sangat ramah, yang berhasil membuat Dayana merasa tenang, namun tidak dengan Arya yang masih berpikir sebaliknya.

"Baik, Dok. Saya mengerti. Kalau tidak ada hal lain lagi, kami pulang dulu." Dayana membangunkan tubuhnya lalu menyalami sang dokter diikuti Arya yang turut melakukan hal yang sama.

"Assalamualaikum, Dok." Arya memberi salam dengan berusaha untuk terlihat ramah, namun tidak dengan hatinya yang merasa gelisah.

"Wa'alaikum salam."

Sesampainya di dalam mobil, Arya yang berada di bagian kursi sopir kini justru menghembuskan nafas panjangnya, sedangkan ekspresinya tampak memikirkan banyak hal. Dayana yang menyadari tingkah suaminya itu dibuat heran, terlebih lagi saat melihat lelaki itu tidak kunjung menjalankan mobil.

"Kenapa Anda cuma diam? Ayo, kita harus cepat pulang." Dayana berujar dengan nada tak habis pikir, namun Arya tampak ingin menyampaikan sesuatu hal.

"Apa Anda yakin akan tetap bekerja meskipun sedang mengandung? Saya pikir, itu sangat berbahaya." Arya menatap serius ke arah Dayana yang menghembuskan nafas panjangnya dengan ekspresi jengah.

My Contract Husband (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang