Part 22
Dayana mengerjapkan matanya beberapa kali, ia yakin telinganya sudah salah dengar saat ini. Bagaimana mungkin ia mendengar kamar pengantin, rasanya bahkan tidak masuk akal karena ia tidak pernah memesan hal seperti itu sebelumnya. Saat Dayana menoleh ke arah Arya, lelaki itu bahkan tampak kebingungan seperti dirinya.
"Kamar pengantin?" tanya Dayana tak yakin, ia bahkan sampai tidak menerima kunci yang wanita itu berikan padanya.
"Iya, Bu. Kenapa? Apa ada masalah?" Pegawai WO itu bertanya dengan nada keraguan, itu karena ia takut membuat kesalahan, terlebih lagi pelanggannya ini adalah teman pemilik WO tempatnya bekerja, tentu saja ia tidak ingin mendapatkan masalah.
"Oh atau Anda ingin melihat dulu suasana kamarnya? Karena yang menghias pihak hotel, bukan pihak dari WO kami. Sebentar ya saya bukakan," ujarnya dengan berusaha tenang meskipun saat ini tangannya sudah bergetar saat membuka pintu kamar tersebut.
"Silakan masuk! Anda bisa melihat-lihat dulu, atau mungkin ada yang kurang, kami bisa membantu." Wanita itu membukakan pintu kamarnya, namun Dayana tampak tidak memedulikannya.
"Tunggu. Siapa yang memesan kamar ini? Saya merasa tidak memesannya." Dayana bertanya dengan nada tak habis pikir, sebelum kemari ia mengira ada masalah atau apa yang harus ia lakukan sebelum pulang, namun ia justru ditunjukkan sebuah kamar pengantin yang bahkan tidak ia pesan.
"Tentu saja Anda yang memesannya, Bu."
"Tidak. Saya tidak pernah memesannya. Untuk apa saya melakukannya? Toh, saya tidak butuh hal-hal yang seperti ini."
"Tapi bukannya Anda memesan paket lengkap pernikahan di WO kami, Bu."
"Lalu apa masalahnya? Saya memesannya karena saya tidak mengerti tahapan ataupun proses pernikahan itu seperti apa, jadi saya memilih paket yang paling lengkap." Dayana menjelaskan dengan sejujurnya, karena ia yakin ada kesalahan dalam masalah ini.
"Iya, di dalam paket itu sudah termasuk kamar pengantin di hotel ini, Bu." Pegawai itu menjawab dengan lugas, yang tentu saja membuat Dayana terkejut mengetahui hal itu.
"Apa? Memangnya paket lengkap itu meliputi apa saja? Kenapa sampai ada kamar pengantin segala?"
"Nah, itu lah keistimewaan WO kami, Bu. Kami memang ...."
"Cepat katakan saja, paket lengkap itu meliputi apa saja? Jangan bertele-tele!" tegas Dayana mulai kesal sekarang, yang tentu saja membuat pegawai itu sempat ketakutan.
"I-iya, Bu. Maafkan saya. Paket lengkap itu meliputi tempat akad dan resepsi, catering, pelayan, make up, MC, fotografer, baju pengantin, dan kamar hotel ...." Pegawai itu menjawab dengan cepat, ia tidak berpikir ada yang tertinggal atau tidak, ia hanya mengatakan yang diingatnya.
"Astaga. Kenapa Vina tidak memberitahu saya sih sebelumnya? Kalau tahu ada kamar pengantin, saya minta batalkan yang ini dari jauh-jauh hari." Dayana menggerutu kesal, sedangkan Arya hanya berdiri mendengarkan, ia sendiri takut salah bicara, itu lah kenapa ia lebih memilih diam saja.
"Jadi bagaimana, Bu?" tanya pegawai itu terdengar takut, sedangkan Dayana yang kesal berusaha untuk tetap tenang.
"Cancel saja kamar ini, saya tidak mau pakai."
"Maafkan saya, Bu. Kamar ini sudah dibayar dan juga dihias, tidak bisa dibatalkan."
"Astaga. Ya sudah kalau begitu pesankan Pak Arya kamar di mana saja, saya akan pakai kamar ini sendirian." Dayana tampak frustasi sekarang, ia merasa konyol memesan hal-hal seperti ini hanya untuk pernikahan kontrak, yang tentu saja tidak memerlukan kamar pengantin atau semacamnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Contract Husband (Completed)
RomanceDemi keinginannya memiliki seorang anak, Dayana harus menjalani pernikahan kontrak dengan Arya, seorang guru SD yang tentu tidak bisa dikatakan mapan. Namun karena wajahnya yang tampan dan juga prestasinya yang lumayan, Dayana memilih lelaki itu un...
