Part 21
Di atas pelaminannya, tatapan-tatapan para tamu Dayana maupun Arya tak henti-hentinya tertuju ke arah keduanya. Yang tentu saja banyak dari mereka merasa kagum pada kecantikan Dayana sekaligus bingung dengan penampilannya yang tidak biasa seperti kesehariannya. Tak hanya itu, wajah Arya yang tampan dan keramahannya yang selalu tersenyum ke arah semua orang juga menarik perhatian mereka. Berbeda dengan Dayana yang justru terlihat lebih tenang tanpa senyuman, keduanya bak pengantin yang jauh berbeda kepribadian.
Tentu saja hal itu menarik rasa penasaran para tamu undangan, tentang bagaimana orang seperti Dayana dan Arya bisa bertemu dan bahkan sampai memutuskan untuk menikah sedangkan mereka memiliki sifat dan kepribadian yang tampak sulit disatukan. Namun sebesar apapun rasa penasaran mereka, tentu mereka tidak akan menanyakannya mengingat Dayana adalah wanita yang paling tidak suka ditanyai kehidupan pribadinya.
"Tamu undangan Anda banyak juga ya?" Tiba-tiba Arya berujar sembari menatap ke arah Dayana yang hanya meliriknya sekilas.
"Tentu saja, itu kan yang Anda mau. Semua orang harus tahu kalau Anda adalah suami saya, dengan begitu keinginan saya untuk memiliki anak tidak akan dicurigai karena mereka tahu saya sudah menikah." Dayana menjawab tenang sembari menatap ke arah depan, sedangkan Arya langsung menganggukinya dengan senyum yang selalu terukir di bibirnya.
"Tepatnya untuk menghindari fitnah." Arya menimpali jawaban Dayana, namun wanita itu tampak tidak memedulikannya.
"Apapun itu lah." Mendengar jawaban Dayana, Arya hanya bisa tersenyum lalu menatap ke arah samping panggung di mana kepala sekolahnya berjalan ke arahnya.
"Selamat ya, Pak, atas pernikahan Anda." Lelaki itu menyalami Arya yang mengangguk dan tersenyum semringah.
"Iya, Pak. Terima kasih."
"Selamat ya, Bu." Kini lelaki itu memberi selamat ke arah Dayana yang mengangguk dan mengiyakan.
"Iya, Pak," jawabnya singkat, yang sempat membuat Arya tak enak hati dengan rekan kerjanya tersebut.
"Maaf ya, Pak. Istri saya sedikit kelelahan, padahal acaranya baru dimulai."
"Tidak apa-apa, Pak. Saya bisa mengerti. Dan saya ke sini juga ingin berterima kasih yang sebesar-besarnya ke Bu Dayana." Kepala sekolah itu menoleh ke arah Dayana yang menatap tanya ke arahnya.
"Terima kasih ya, Bu. Saya sangat bersyukur dengan kebaikan Anda yang begitu baik mau mempertahankan sekolah kami. Dan saya juga ingin meminta maaf baru mengucapkannya, sebenarnya setelah akad tadi saya ingin menemui Anda, tapi sepertinya Anda dan Pak Arya sedang mengobrol jadi saya tidak ingin mengganggu." Lelaki itu berujar tulus sembari tersenyum dan menghela nafas, air matanya tampak berada di pelupuknya meskipun berhasil ditahan agar tak tumpah.
"Saya tidak tahu lagi bagaimana nasib ratusan murid dan puluhan guru di sekolah kami, andai Anda jadi menghancurkan bangunannya. Tapi sekarang saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas kebaikan Anda pada kami, saya berharap Anda selalu mendapatkan kebahagiaan di kehidupan ini." Mendengar hal itu, Dayana sempat melirik ke arah Arya, tentu saja karena Dayana tak pernah menyangka akan mengalami hal seperti ini dan rasanya itu aneh.
Dayana mengakui bila dirinya bukanlah orang baik, ia sering kali berbicara tegas, tenang, dan bahkan kasar pada orang. Itu semua ia lakukan karena ia tidak ingin diremehkan laki-laki, ataupun dianggap lemah oleh orang yang berkuasa, namun saat melihat kepala sekolah mengucapkan rasa terima kasihnya tiba-tiba hatinya merasa terharu, ada rasa bahagia yang tidak bisa digambarkan melihat orang bersyukur dengan apa yang sudah dilakukannya.
"Iya, Pak. Saya juga berharap sekolah itu semakin berkembang, supaya bisa membantu anak-anak kurang mampu jauh lebih banyak lagi." Dayana menjawab seadanya, ia sendiri bingung harus menanggapinya dengan seperti apa, namun bila melihat senyum Arya sepertinya ucapannya tidak ada yang salah.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Contract Husband (Completed)
RomanceDemi keinginannya memiliki seorang anak, Dayana harus menjalani pernikahan kontrak dengan Arya, seorang guru SD yang tentu tidak bisa dikatakan mapan. Namun karena wajahnya yang tampan dan juga prestasinya yang lumayan, Dayana memilih lelaki itu un...
