It's ok, silahkan dibaca pelan-pelan, dengan posisi paling nyaman yang kalian pengen, readers-nim.
•🍄🍄🍄•
Cinta.
Menurutmu, apa itu?
Banyak yang berkata, cinta adalah perasaan mendamba begitu besar pada satu sosok, dan berharap lebih untuk bisa memilikinya.
Atau, disaat hati merasa ketakutan akan kehilangan yang teramat?
Atau mungkinkah, jika cinta adalah sebuah perjuangan sekaligus pengorbanan besar untuk bisa melihat raut bahagia daripada sosoknya?
Haekal tidak benar-benar paham apa itu definisi cinta yang sesungguhnya.
Satu kata, beribu makna.
Yang dia sadari, sejak mengenal seorang Livya, warna-warni dalam hidupnya kembali bertambah. Ada perasaan membuncah ketika tangan itu menggenggam tangannya dengan lembut, ada pula seonggok gelenyer aneh yang diibaratkan seperti kupu-kupu berterbangan dalam dada, dikala sebuah senyum hangat dan tawa itu hadir karena alasan dirinya.
Sejak saat itu, Haekal benar-benar mengerti jika dia telah menyukai gadis bernama Livya.
Tapi semakin kesini, semakin Haekal sadar jika ada yang tak beres dengan dirinya.
Timbulnya sebuah rasa yang berbeda, namun kali ini jelas jauh lebih kuat dari sebelumnya.
Ketakutan akan kehilangan, adalah salah satu contoh 'rasa' itu sendiri. Sehingga membuat cowok bersurai legam tanpa sadar berusaha mengikat sosok Livya, dalam jerat kasih tak kasat mata yang orang lain biasa sebut dengan; pacaran. Perasaan takut akan kehilangan yang begitu kuat, yang juga tanpa sadar membuat Haekal rela berjuang dan mengorbankan banyak hal demi menjaga keutuhan hubungannya dengan si gadis, terlebih agar tetap bisa mendapati senyum dan raut bahagia itu tercetak––kembali karena dirinya.
Ya, benar.
Davano Haekal, telah jatuh cinta pada seorang Livya Danuarta.
Benar-benar jatuh cinta.
Tanpa alasan.
Tanpa syarat.
Dan tanpa harap.
Cinta yang suci, berasal dari ketulusan hati seorang Haekal serta yang hanya mampu dia berikan pada satu dari sekian banyak gadis di muka bumi ini.
Namun beribu sayang,
Haekal benar-benar tak tahu jika rasa cintanya pada Livya sudah jauh lebih dalam dari apa yang pernah ia bayangkan.
"Maafin aku, Hae."
Toga dia genggam, menunduk dalam memperlihatkan secara tak langsung bagaimana rasa menyesal juga turut memenuhi relung hatinya.
"It's okay, itu memang mimpi kamu sejak dulu, kan?"
Haekal memasang senyum, siapapun yang menatap senyuman itu akan langsung dapat menangkap kesan hangat yang dipaksakan hingga berkesan begitu... menyedihkan.
Haekal merasa begitu brengsek, seharusnya dia turut bahagia di hari yang juga penuh akan kesan membahagiakan ini. Karena gadisnya itu, baru saja dinyatakan lulus bergelar cumlaude dengan nilai IPK tertinggi, serta seharusnya Haekal juga ikut bersuka cita atas Livya-nya yang akan melanjutkan kembali perjuangan dalam meraih mimpi yang sedari dulu, dia dambakan.
Seharusnya.
Namun alih-alih turut bahagia,
Kenapa rasanya justru menyakitkan seperti ini?
KAMU SEDANG MEMBACA
ABOUT DREAM - NCT
FanfictionSepasang kembar pun, pasti memiliki setidaknya satu perbedaaan diantara keduanya. Apalagi yang hanya sekedar terlahir dari rahim yang sama. Mereka, tujuh orang putra Adyatama yang tampan, dengan karakteristik masing-masing yang begitu beragam. Apa...
