Cetta benar-benar tidak menyangka jika kesehatan fisiknya menurun begitu drastis di hari ini.
Sakit yang menggerayangi kepalanya tak kunjung usai, suhu tubuhnya melonjak yang menyebabkan hawa nafasnya terasa panas jika dihembuskan. Kondisi itu begitu bertambah lebih buruk lagi dengan beragam aktivitas yang dilakukannya saat di sekolah.
Mapel olahraga yang diisi oleh praktik renang dan basket, upacara di Senin sialan yang menyebalkan, lalu melewatkan waktu sarapan sekaligus makan siangnya begitu saja dengan mengurus hal yang berbau Olimpiade Fisika sebagai salah satu alasan. Tambahan, setelah tubuhnya tanpa sengaja mendapat hantaman kuat saat bermain basket yang menimbulkan rasa sakit di pinggang dan menjalar ke bagian tubuh lainnya.
"Cetta?"
Bahkan ketika Revan memanggil, dia tak sanggup untuk menyahut dengan sepatah katapun. Cetta malah melengos menuju kamarnya yang sudah beberapa bulan terakhir tidak dia gunakan sebagai tempat menidurkan diri di malam hari, selanjutnya merebahkan tubuh di ranjang pasca melemparkan tasnya secara asal.
Knop pintu yang diputar dan sisian ranjang yang mendapat sebuah tekanan oleh seseorang, tak juga bisa membuat Cetta sanggup memperlihatkan sepasang bola jernih miliknya. Rasa letih yang datang bersama rasa sakit itu seperti monster jahat, yang kini tengah bergelayut erat pada tubuh. Lebih-lebih lagi saat dia berdiam diri seperti ini, tentunya rasa sakit pada pinggangnya akan semakin jelas terasa. Dan Cetta pikir satu-satunya yang bisa menjadi penangkalnya, adalah tidur sejenak.
Ya, Cetta benar-benar mendambakan waktu tidur, setidaknya untuk saat ini.
"Adek... nggak enak badan, ya?"
Revan tidak berkata apapun lagi, tetapi tangannya yang kini mengambil alih keadaan. Melepas sepasang sepatu dan juga kaus kaki sang adik dengan perlahan, membuka simpul dasi dan melepas satu-persatu kancing seragamnya. Dilanjutkan dengan kegiatan menyeka tubuhnya menggunakan rendaman handuk yang tadi dibawanya didalam semangkuk air hangat. Sedangkan semangkuk lain berisi hal yang sama ia kesampingkan, berguna sebagai kompresan nantinya.
Bukan main, adiknya sungguh dalam keadaan yang tak bisa dibilang baik saat ini. Kulit yang tersembunyi dibalik pakaiannya, memerah dan bersuhu sangat tinggi, keringat yang dengan deras membanjiri, juga bibirnya yang pucat menjadi tanda bahwa putra keenam keluarga itu tengah terserang demam tiba-tiba. Oh, juga ingatkan Revan untuk menagih penjelasan terkait secuil lebam yang tercetak jelas di pinggang Cetta.
"Ta, mana yang sakit? Hm?"
Revan dengan sengaja menekan pelan area lebam, membuat ringisan menguar lepas dari bibir Cetta.
"Ja-ngan..." suara Cetta melirih, menepis pelan tangan Revan supaya tak lagi-lagi dengan sengaja menyentuh titik dari segala rasa sakit di tubuhnya. Kelopak matanya yang cukup memerah tak enggan terbuka, membuat Revan gelisah setengah mati akan keadaan sang adik saat ini. Selesai dengan kegiatan menyeka, Revan mengompres kening Cetta menggunakan selembar handuk yang lainnya.
Kebetulan yang bagus tatkala Revan mendapati Nana memasuki kamar Cetta; sudah tahu akan keadaan remaja itu sebelumnya. Dia berjalan mendekat hanya untuk membisikkan sesuatu.
"Abang boleh minta tolong, kamu yang gantiin Abang buat pakein Cetta piyama? Soalnya Abang mau masak bubur atau paling nggak sup, buat Cetta."
"Ya."
Memang itu tujuan Nana saat ini, jika dilihat dari bawaannya berupa sebuah kotak berisi alat-alat kedokteran yang dibeli Mark serta dikhususkan bagi keluarga. Suhu tubuh, denyut nadi & detak jantung, refleks pupil hingga tekanan darah Cetta juga tak luput dari pemeriksaan Nana. Sama seperti Revan, dia juga dapat melihat sebuah lebam disana. Setelah itu barulah Nana memilihkan piyama berbahan paling tipis untuk kemudian dipakaikan pada sang adik sembari mengganti kompresannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ABOUT DREAM - NCT
FanfictionSepasang kembar pun, pasti memiliki setidaknya satu perbedaaan diantara keduanya. Apalagi yang hanya sekedar terlahir dari rahim yang sama. Mereka, tujuh orang putra Adyatama yang tampan, dengan karakteristik masing-masing yang begitu beragam. Apa...
