11: Ancaman

1.5K 140 17
                                        

Kamu berbaring memandang kosong langit kamar sambil memeluk tubuh Sunghoon yang tertidur di sampingmu. Pikiranmu melayang pada berbagai kemungkinan yang bisa saja terjadi sebagai penyebab tersebarnya video porno dirimu dan mantan kekasihmu, bernama Jay Park. Walau sudah berusaha Sunghoon tenangkan, tapi berbagai pikiran buruk terus memenuhi kepalamu sampai membuatmu tak bisa tertidur walau waktu telah menunjukkan pukul tiga dini hari.

Kamu curiga Jay nekat melakukan revenge porn demi membalaskan dendamnya padamu karena telah menjebloskan lelaki itu ke penjara. Tak ada kemungkinan lain dalam pikiranmu karena kamu merasa tak pernah memberitahu siapapun atau membagikan video mesum kalian pada orang lain selain mantan kekasihmu sendiri. Bahkan, Sunghoon yang menjadi sahabat karibmu saja tak mengetahui kamu memiliki video porno bersama Jay.

Kamu bingung harus menjelaskan bagaimana lagi jika hal memalukan tersebut sampai diketahui keluarga Sunghoon, kamu malu dan merasa tak memiliki keberanian untuk masa depanmu. Yang terbayang dalam pikiranmu saat ini hanyalah kesengsaraan yang tiada ujung. Kamu takut, berkat kejadian ini nama Sunghoon ikut buruk karena memiliki berhubungan denganmu. Sehingga kamu memutuskan untuk menyelesaikan permasalahan ini seorang diri. Kamu akan menemui Jay di penjara dan menanyakan tentang video yang tersebar pada lelaki itu.

Ya, walaupun kamu merasa begitu takut untuk bertemu dengan Jay, tapi kamu harus meminta penjelasan dari lelaki itu, agar permasalahan ini cepat teratasi dan menemukan kesepakatan diantara kedua belah pihak. Tak ada sedikitpun kecurigaan yang kamu berikan pada Minju selaku pelaku yang sebenarnya menyebarkan videomu. Kecurigaan mu hanya terpusat pada Jay yang sebenar ya tak mengetahui apapun.

Kamu terus melamun, memikirkan jalan hidupmu setelah kejadian ini hingga waktu telah memasuki pagi hari. Sinar mentari menyapa diujung cakrawala, cahayanya menyelinap dari balik gorden kamar untuk membangunkan Sunghoon dari tidurnya. Kantung matamu berwarna hitam dan raut wajahmu sungguh menggambarkan kacaunya perasaanmu hari ini.

Kamu duduk di meja makan dengan keluarga Sunghoon tanpa keceriaan yang selalu kamu tampilkan di depan mereka. Termasuk Sunghoon yang lebih banyak diam saat Sungha mengajaknya berbicara banyak hal. Perubahan mendadak yang kalian tampilkan inilah yang memancing rasa penasaran bagi ibu Sunghoon hingga nekat bertanya, "Kalian bertengkar?" sambil menatap Sunghoon dan dirimu secara bergantian. Langsung kamu jawab pertanyaan itu dengan tawa paksa tanpa menatap Sunghoon yang duduk di hadapanmu, "Tidak eommoni. Kami tak bertengkar" jawabmu.

Sungguh, kamu tak bermaksud membuat suasana di meja makan itu menjadi tak enak, tapi kamu hanya tak sanggup lagi menutupi perasaan yang kamu rasakan.

Setelah menyantap sarapan bersama, kamu dan Sunghoon pergi menuju kampus masing-masing. Berhubung video porno itu tersebar di antara teman kelasmu, kamu jadi tak bersemangat masuk kuliah walaupun sebentar lagi akan memasuki waktu ujian akhir semester.

Kamu ingin menghindari tatapan jijik hingga cemoohan yang bisa saja kamu dapatkan atas tersebarnya video tersebut oleh teman-temanmu. Apalagi dari grup lelaki yang sering menggodamu, pasti mereka sudah menonton video tersebut dan semakin berambisi memilikimu. Kamu belum siap melalui itu semua, sehingga kamu putuskan untuk pergi ke Rumah tahanan negara (Rutan) untuk menemui Jay yang sedang ditahan atas laporan penganiayaan darimu.

Sesampainya di sekitaran rutan tersebut, kamu tak langsung masuk dan meminta untuk menemui lelaki itu, kamu sempat terduduk selama satu jam di sebuah taman yang berada tepat di samping rutan tersebut untuk mengumpulkan keberanianmu. Biar bagaimanapun, kamu masih memiliki rasa yang tertinggal untuk Jay karena dahulu kamu sangat mencintainya.

Bukan keputusan yang mudah untuk melaporkan lelaki itu ke polisi atas kekerasan yang ia lakukan padamu, namun setelah diyakinkan oleh keluarga Sunghoon, barulah kamu berani mengambil keputusan untuk membela dirimu sendiri. Hatimu sakit, namun kamu sadar masih memiliki rasa untuknya. Seolah kamu tak bisa membenci Jay dengan mudahnya, karena biar bagaimanapun Jay pernah menjadi seseorang yang sangat berarti untukmu. Di saat semua orang melupakanmu, hanya Jay yang berusaha sekuat tenaga untuk membebaskan mu dari sekapan Jake Sim. Bahkan lelaki itu nekat melakukan banyak hal hanya untuk menyenangkan hatimu, hubungan kalian sukses dirusak oleh kesalahpahaman yang seharusnya bisa kalian hindarkan dengan saling berkata jujur satu sama lain.

CATHINONETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang