Rasakan sensasi menjadi tokoh utama.
Keisha Anjani harus mengutuk dirinya sampai mati. Bagaimana tidak? Nilai minus mengenai dirinya yang gemar menerbitkan cerita dewasa diketahui orang lain dan itu bencana!
"Oh, jadi gini kelakuan asli lo di balik...
Warning!! Terdapat kata kasar Diposting tanpa pengecekan typo. Komen ya guys kalau ada yg typo
Happy reading guys!<33
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
.. .
Tangan Keisha yang sibuk menggerakkan hair dryer berhenti sejenak saat ponselnya berbunyi. Ia berjalan menuju meja belajar, tempat ponselnya diisi daya.
Notifikasi muncul pada layar ponselnya. Keisha mengembuskan napas pelan melihatnya. Pesan dari Satria kembali masuk ke ponsel.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sejak awal Keisha magang seniornya yang satu itu tidak pernah absen mendekatinya baik secara langsung maupun melalui ponsel seperti sekarang. Ia sering mendapat ajakan makan bersama, nonton bioskop, atau karaoke dari Satria. Tidak ada satu pun ajakan lelaki itu yang diterimanya.
Awalnya Keisha bersikap biasa saja, tetapi lama kelamaan Satria membuatnya risih. Sampai-sampai Keisha mematikan centang biru pada WhatsApp-nya karena tidak mau diganggu oleh Satria.
Selain risih, Keisha juga ngeri sama Satria. Masih teringat jelas bagaimana perlakuan Satria kepadanya dua hari yang lalu—saat tim mereka melakukan pertemuan dengan klien.
Saat itu mobil diisi oleh lima orang: Keisha, Satria, Utami, Beno—anak magang juga, dan Edi—senior lainnya.
Keisha duduk di kursi penumpang, di tengah-tengah antara Utami di kiri dan Satria di kanan. Kursi belakang sudah penuh oleh barang-barang.
Mereka bercanda bersama selama perjalanan. Keisha terkejut saat Satria mengelus pahanya sembari tertawa menanggapi lelucon Beno. Kala itu tubuh Keisha kaku. Ia ingin memberitahu Utami tetapi ia takut. Jadinya saat perjalanan pulang, Keisha meminta bertukar tempat dengan Utami. Ia beralasan mabuk perjalanan. Sekaligus ia meminjam jaket Utami untuk menutupi paha.
Sejak saat itu Keisha tidak pernah lagi merespon chat Satria. Saat di kantor pun ia berusaha untuk menghindar dan tidak berinteraksi lama-lama dengan lelaki itu.