Cinta beda agama
Kehilangan kesuciannya
Hamil
Di usir keluarga
Itu semua di alami oleh gadis cantik bernama Zayna Marsell Hanara yang kehilangan kesuciannya karena jebakan yang di lakukan oleh teman dari pacar beda agamanya.
Sialnya cowok yang bern...
Alhamdulillah, setelah sekian lama aku bisa kembali menulis cerita ini. Horey 🥳👏🏻
Sebelum membaca ada baiknya tinggalkan jejak kalian dengan vote dan komen ya readers tercinta 💗
Jangan jadi readers Silentn juga 🫶🏻☺️
Happy Reading!
••••
Zayna duduk di tepi ranjang, memandangi wajah mungil Alvaro yang sedang tidur pulas. Bayi yang baru berusia empat bulan itu sangat menggemaskan, dengan pipi chubby dan tubuhnya yang sedikit gempal. Zayna merasa lelah, tetapi setiap kali menatap wajah Alvaro, kelelahan itu seolah lenyap.
Zayna berniat membawa Alvaro ke supermarket untuk membeli perlengkapan dapur yang sudah habis, namun bayi itu kini sedang tidur. Zayna mengurungkan niatnya untuk keluar membawa Alvaro, menunggu bayi itu hingga bangun dari tidurnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kenapa tidur sih, Nak? Padahal Bunda mau ajak Alvaro jalan-jalan ke supermarket," gumam Zayna sambil tersenyum kecil, tangannya mengelus lembut pipi Alvaro.
Alvaro menggerak-gerakkan bibirnya, masih tenggelam dalam tidurnya yang nyenyak. Zayna tertawa kecil, menikmati momen itu. Wajah Alvaro begitu mirip dengan ayahnya, Gavriel. Ingatan itu membuat Zayna tercekat. Dia berusaha mengabaikan perasaan itu, tapi bayangan masa lalu selalu menghantuinya setiap kali menatap wajah anaknya.
"Assalamualaikum! Auntynya Alvaro yang cantik ini pulang!" Tiba-tiba suara Adiba terdengar keras dari ruang tamu, membuat Zayna tersentak. Alvaro, yang sedang tidur, langsung terkejut dan menangis keras.
Zayna buru-buru menggendong Alvaro, menimang-nimangnya agar tangisannya mereda. "Ya ampun, Dib! Kamu bikin Alvaro terkejut!" keluh Zayna saat Adiba muncul di ambang pintu kamar dengan ekspresi bersalah.
"Loh kok nangis sih? Maaf ya, aku nggak tahu kalau Alvaro lagi tidur," ucap Adiba, tertawa kecil sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Kamu sih ngomongnya pake teriak. Baru aja dia tidur," Zayna menghela napas panjang sambil tetap menimang-nimang Alvaro yang perlahan mulai tenang.
"Eh, iya maaf, maaf! Aku kira Alvaro nggak tidur tadi." Adiba nyengir lebar, menampakkan giginya yang rapi. "Oh iya, kok kamu tumben pulang cepat, Dib?"
"Si nyonya ada acara mendadak. Jadi tadi tutupnya setelah Ashar," jawab Adiba santai.
Zayna mengangguk-angguk sambil tetap menggendong Alvaro. "Eh, kebetulan kamu udah pulang. Temenin aku ke supermarket yuk. Barang-barang dapur udah banyak yang habis."