Assalamualaikum
Sebelum membaca tinggalkan jejak kalian dengan vote dan komen ya, biar aku semakin semangat up-nya 💗
Jangan jadi readers silent ya! ☺️
Happy Reading!
••••
Hari ini, Zayna sedang mengantar pesanan kue ke salah satu langganannya. Biasanya, tugas itu dilimpahkan pada Cika, karyawan satu-satunya di toko. Namun, kali ini toko sedang ramai, dan Adiba serta Cika sibuk melayani pelanggan.
Sudah lama sebenarnya Zayna ingin menambah karyawan, tetapi waktunya selalu tidak ada. Dengan kesibukan yang menggunung, ia sering kali mengesampingkan kebutuhannya sendiri demi memastikan toko tetap berjalan lancar.
"Cika, tolong urus ini sebentar, ya. Biar mbak saja yang mengantar pesanan ini," ujar Zayna sambil melepas apron.
"Baik, Mbak!" sahut Cika seraya mengambil alih spatula yang sedang digunakan Zayna untuk mengoles selai pada kue.
Di pojok ruangan, Alvaro duduk sambil bermain dengan koleksi Ultraman nya. Begitu melihat Zayna mengenakan tas selempang dan bersiap pergi, bocah kecil itu langsung berlari menghampiri Bundanya.
"Bunda, Alvalo ikut!" serunya dengan suara penuh semangat.
Zayna tersenyum sabar. "Jangan, Alvaro di sini saja. Toko lagi ramai. Bunda nggak lama, kok."
"Ih, Alvalo pengen ikut Bunda!" protesnya sambil merengek kecil.
Zayna menghela napas sejenak. Ia tahu betapa keras kepala anaknya, apalagi jika sudah menginginkan sesuatu. "Baiklah, Alvaro boleh ikut, tapi janji jangan nakal ya!" Zayna akhirnya mengalah.
"Yey! Baik, Bunda. Alvaro janji nggak nakal!" seru bocah itu, mengacungkan jari kelingkingnya ke arah Zayna.
Zayna terkekeh kecil, lalu menyambut kelingking anaknya. "Janji!" ucapnya sambil mengaitkan jari mereka.
Dengan sepedanya, Zayna berangkat mengantarkan pesanan bersama Alvaro. Perjalanan mereka tidak terlalu jauh, hanya menyeberangi beberapa jalan hingga tiba di sebuah rumah sederhana.
Zayna mengetuk pintu dan menyapa ramah pemilik rumah yang sudah menunggunya di depan. Mereka berbincang sebentar sambil memastikan pesanan sesuai.
Sementara itu, Alvaro mulai merasa bosan berdiri di samping Bundanya. Matanya tertarik pada kios kecil di seberang jalan yang menjual mainan. Matanya berbinar saat melihat ada robot-robotan Ultraman yang dipajang di etalase kios itu.
"Ultlaman…" gumamnya. Dengan polos, ia melepaskan genggaman tangan Zayna dan melangkah menuju kios tersebut.
Tanpa disadari, ia sudah sampai di tepi jalan. Jalan raya itu cukup ramai dengan kendaraan yang berlalu-lalang. Alvaro tidak berpikir panjang. Ia mulai menyeberang, sama sekali tidak memperhatikan kendaraan yang melaju.
Zayna masih asyik berbincang dengan Bu Siti, tidak menyadari bahwa Alvaro sudah tidak berada di sisinya. Baru ketika Bu Siti menoleh ke arah jalan dan berteriak, "Eh, Zayna itu anak kamu!" Zayna menoleh panik.
"Alvaro!" Zayna langsung melihat ke sekeliling, dan hatinya hampir copot melihat putranya di tepi jalan, hendak menyeberang tanpa melihat kiri dan kanan.
"Alvaro, jangan!" teriak Zayna dengan suara panik, tetapi bocah itu tampaknya tidak mendengar.
Di saat yang sama, sebuah motor melaju kencang mendekat. Sebelum Zayna sempat bergerak, seorang pria melompat dan menarik tubuh kecil Alvaro ke pinggir jalan. Motor itu melintas dengan kecepatan tinggi, nyaris menyambar mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Different Religions (On Going)
Teen FictionCinta beda agama Kehilangan kesuciannya Hamil Di usir keluarga Itu semua di alami oleh gadis cantik bernama Zayna Marsell Hanara yang kehilangan kesuciannya karena jebakan yang di lakukan oleh teman dari pacar beda agamanya. Sialnya cowok yang bern...
