Chapter 17 - Hari Olahraga

463 12 0
                                        

Assalamualaikum

Sebelum membaca ada baiknya tinggalkan jejak kalian dengan vote dan komen ya readers tercinta 💗

Jangan jadi readers silent juga ya 🫶🏻☺️

Happy Reading!

••••

Hari ini adalah hari dimana hari olahraga nasional. Gavriel menatap pantulan dirinya di cermin, ia memakai kaos olahraga kelas Alvaro serta celana hitam. Jangan tanya bagaimana ia mendapatkan kaos olahraga kelas, ia mendapatkannya dari kepala sekolah. Gavriel tersenyum bangga setelah mendapatkan kaos yang membuatnya bisa menjadi orang tuanya Alvaro, apalagi mengingat Zayna juga mengenakan kaos ini. Padahal ia bisa membeli kaos mahal tanpa meminta-minta kepada kepala sekolah.

"Cakep banget gue. Yakin pasti Zayna terpesona sama kegantengan gue," ucapnya sungguh tidak tau malu. Gavriel menyisir rambutnya dengan tangannya sok keren di depan cermin.

"Okey, semangat berjuang Gavriel demi Alvaro dan meluluhkan hati Zayna!" ujarnya menyemangati dirinya sendiri.

Setelah siap Gavriel turun dari kamar. Memakai sepatu dan menyambar kunci mobilnya. Ia sangat ingin menjemput Zayna dan Alvaro tapi ia tidak tau rumahnya alhasil dia pergi ke sekolahan saja.

Didalam mobil Gavriel bersenandung sambil tersenyum seperti orang gila, tapi satu hal yang membuatnya senang yaitu mengikuti lomba-lomba dengan anaknya bersama Zayna juga, ia menggunakan kesempatan ini untuk menjadi lebih dekat dengan Zayna juga Alvaro, ia tidak peduli dengan perbedaan mereka yang terpenting bisa mendapatkan kepercayaan Zayna lagi. Ia melirik paper bag berisi hadiah spesial untuk Alvaro, sepasang sepatu olahraga baru. "Dia pasti suka," gumamnya, senyum lebar mengembang di wajahnya.

Mobilnya telah sampai di parkiran, dengan tangan yang membawa paper bag berisi sepatu untuk Alvaro dan senyuman sumringah dia berjalan dengan riang menuju lapangan sekolah taman kanak-kanak tersebut.

Disana telah terdapat Alvaro dan Zayna yang berada di tenda kelas Alvaro. Gavriel tersenyum melambai-lambaikan tangannya kepada Alvaro dan di balas lambaian tangan oleh Alvaro, sedangkan Zayna hanya melirik sekilas dengan wajah juteknya.

"Ayah!" Alvaro berlari merentangkan tangannya membuat Gavriel berlutut kemudian mendekap anaknya penuh hangat itu.

"Tebak Ayah bawa apa ini?" Gavriel mengangkat paper bag itu agar bisa di lihat oleh Alvaro.

"Apa ini Ayah?" tanya Alvaro menerima paper bag tersebut

"Coba buka, Ayah bantu ya!" Gavriel membantu Alvaro membuka paper bag tersebut yang didalamnya terdapat kotak, Alvaro pun membuka kotak tersebut dengan penuh semangat.

Alvaro bersorak senang mendapatkan sepatu baru, dan Gavriel mengelus kepala anaknya gemas dengan tingkahnya. Zayna yang awalnya hanya menatap interaksi anak dan ayah dengan datar terkejut kenapa Gavriel memberikan Alvaro sepatu.

"Kenapa kau memberi sepatu kepada Alvaro?" tanya Zayna dengan wajah juteknya.

Gavriel mengangkat bahu santai. "Dia anakku terserah aku mau memberikan dia apa," jawabnya.

Zayna menatap sinis. "Dih, ingat juga kalo dia anakmu, dulu kemana aja?" batinnya. Bukan ia tak berani bicara seperti itu di hadapan Gavriel hanya saja ia tidak ingin bertengkar disini.

"Yuk, Ayah bantu pakai," kata Gavriel sambil melepas sepatu lama Alvaro dan memasangkan yang baru. Setelah selesai, ia menepuk kaki kecil itu dengan bangga. "Siap berlomba sekarang?"

Alvaro mengangguk semangat. "Sepatunya bagus Ayah, Alvaro suka Ayah!" seru bocah kecil itu dengan perasaan senang. Gavriel tak kuat menahan gemas hanya mengacak-acak rambut hitam Alvaro.

Love Different Religions (On Going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang