"Ae?" sapa seseorang pada si bartender yang tengah meracik minuman.
Laki-laki dewasa dengan pahatan wajah tegas seperti preman itu menaikkan alisnya, mengamati seseorang yang tampak kabur dalam ingatannya.
"Gio? Zergio?" katanya mengingat nama itu.
Anggukan seolah respon dari laki-laki yang mengenakan kemeja hitam itu.
"Anjing, apa kabar bos?" tanya cowok bernama lengkap Adame Erlangga, yang lebih di kenal dengan panggilan Ae.
"Sehat, lo sendiri gimana?"
"Ya, gini-gini aja sih hidup. Kadang di rumah kadang di diskotik," sahutnya sambil tertawa. "Itu siapa?" tanyanya menunjuk Alglara dengan dagunya.
Zergio menepuk pelan bahu Alglara, membuat cowok itu menoleh dengan kening berkerut heran. "Kenalan, temen gue anak Kejuruan."
"Alglara," ucapnya mengenalkan diri dengan gaya cool khasnya.
Ae tertawa mendapatkan respon begitu, ia jadi mengingat saat pertama kali berkenalan dengan Zergio dulu. "Adame, panggil aja Ae biar akrab."
Adame Erlangga, cowok dengan tinggi sekitar 175cm itu bekerja sebagai bartender bar setelah tamat dari sekolah. Sebagai anak tunggal yang hanya tinggal dengan Ibunya, Ae sangat bersyukur masih diberikan pekerjaan yang memang ia minati. Semenjak kejadian penangkapan brutal tahun lalu, Ae sangat sulit mendapatkan perkerjaan dengan stabilitas tinggi, karena di blokir dari beberapa perusahaan. Beruntung ada Zergio yang membantunya mendapatkan pekerjaan ini. Ae salah satu alumni yang terkenal dengan kasus kriminal pengedar obat-obatan terlarang di SMK Regent School.
Alglara mengangguk, "Kejuruan dimana?"
"Regent School."
Alglara cukup terkejut mendengarnya, namun tertutupi dengan tampang datarnya. Siapa yang tidak tau sekolah Kejuruan di Ibu kota yang satu itu. Terkenal dengan banyaknua murid bengal dan berbakat dalam memenuhi kasus hukum anak muda. Sekolah dengan murid pengonsumsi terbesar. Sekolah swasta dengan predikat A karena di pegang oleh donatur berlatar belakang orang penting dalam negara.
Lagi-lagi orang dalam berkontribusi dalam hal-hal besar seperti ini. Tanpa jabatan dan uang mungkin Regent School sudah dihentikan beroprasi sebagai tempat menganyam pendidikan bagi anak bangsa.
Ada sisi negatif, tentu ada sisi positif dari sekolah itu. Mereka berani mendidik anak-anak yang memiliki banyak kasus kriminal, bertekad merubah mereka agar menggenggam ilmu pendidikan. Masalah sifat dan kelakuan mereka, hanya diri mereka yang bisa membantu menjadi lebih baik. Sekolah hanya menyediakan tempat agar mereka memiliki pedukung wali selain keluarga di rumah.
"Gak usah kaget gitu, gue udah tobat." kekeh Ae melihat ekspresi Alglara.
Mungkin Alglara salah satu orang pengonsumsi berita mentahan yang beredar di luaran tentang Regent School yang nyatanya tidak seburuk itu jika diketahui lebih mendalam.
"Tapi lo pernah?" anggukan Ae membuat Alglara tak heran mengapa cowok itu bersekolah disana.
"Duduk dulu lo berdua, gue bikinin minuman spesial." Zergio mengajak Alglara untuk duduk di stool bar. Ae dengan keahliannya sebagai bartender meracik minuman beralkohol itu, mencampur satu dengan yang lainnya sehingga bisa dinikmati dengan nikmat.
"Lo kenal dimana?" Alglara bertanya penasaran, walaupun tidak heran dengan sifat social butterfly milik Zergio.
"Nggak sengaja nolongin dia pas dikeroyok," jawab Zergio belum membuat rasa penasaran Alglara berkurang. "Dia dikeroyok polisi pas dagang."
KAMU SEDANG MEMBACA
ALGLARA
Ficção AdolescenteALGLARA || [ON GOING] Alglara Keaniarga. Si sarkastis yang pandai menjatuhkan mental lawan bicaranya. Petarung handal dengan jiwa bebas. Morenza geng berpengaruh dalam pimpinannya. Pemilik iris cokelat terang menyerupai predator. Kapten tim futsal S...
