Kemarin malam yang menjaga Karina adalah ke 5 Kakanya. Mereka yang meminta, dan keluarga Kiyong tidak keberatan. Pagi hari Hyunjin sudah datang untuk mengecek Karina seperti biasanya. Diruangan memang sedang kosong, karena Karina meminta 5 orang itu untuk pergi sarapan.
"Bagaimana hari ini, ada yang terasa sakit berlebih ?"
"Tidak ada."
"Masih sering pusing tiba - tiba ?"
"Ne, sesekali."
"Malam masih sesak ?"
"Tidak begitu parah."
"Oke, semuanya dalam kondisi baik. Walaupun masih ada ngilu atau sesak tiba - tiba, itu tidak masalah. Tidak perlu di beri obat pereda nyeri juga. Sebentar lagi sarapanmu di antar."
"Ne."
"Aku permisi dulu kalau begitu."
Tok ... Tok ...
"Hyung, aku langsung berangkat. Eomma masih tidur."
"Arraseo."
Jeno hanya melakukan laporan pada kakanya lalu pergi.
"Nana eomma disini ?"
"Ne, eomma dan Jeno tidur di ruanganku semalam."
"Tapi, bukanya mereka pulang ?"
"Mereka memang sudah dalam perjalanan pulang kemarin. Tapi di pertengahan jalan, eomma meminta kembali ke sini. Eomma bilang tidak tenang meninggalkanmu."
Karina terdiam, apa yang harus dia lakukan. Belum apa - apa dia sudah dilema.
"Tadi aku sempat bertemu dengan kerabatmu. Mereka mau mengajukan pemindahanmu ke Busan, secepatnya."
Tiba - tiba staff masuk mengantarkan sarapan Karina. Karena melihat belum ada yang datang, Hyunjin jadi duduk dulu membantu Karina makan.
"Aku tau niat mereka baik. Tapi bukanya setidaknya mereka harus mendengar jawabanku. Bahkan mereka tidak bertanya pendapatku."
"Coba kau bicarakan baik - baik dengan mereka secara langsung. Bicaran semuanya secara jelas pada mereka, agar tidak ada salah paham nantinya. Seharusnya tadi malam ada hal yang ingin appa dan eomma bicarakan juga dengan kalian. Tapi mereka tidak mendapat kesempatan."
"Oppa, aku mau bertanya sesuatu. Boleh ?"
"Tentu."
"Saat itu Yeonjun oppa bilang padaku untuk mengingat hal yang dia bicarakan. Awalnya aku bingung, apa yang oppa maksud. Tapi malamnya, aku bermimpi Yeonjun oppa berbicara padaku. Tapi setelah bangun, aku ragu."
"Kalau dalam mimpimu, dia membicarakan masalah membawamu bergabung bersama keluarga kami. Aku bisa pastikan itu benar."
"Tapi, kenapa ?"
"Eomma sangat ingin memiliki anak perempuan, tapi sayangnya eomma sudah tidak bisa hamil lagi setelah melahirkan Jeno. Appa dan eomma tidak menyerah, mereka masih bisa mengadopsi anak. Tapi berjalan bahkan sampai Jeno sebesar sekarang, eomma belum menemukannya. Entah sudah berapa panti atau rumah sakit yang kami datangi. Sampai eomma, ya bisa di bilang menyerah saja. Apalagi melihat anak - anaknya sudah besar."
Hyunjin bercerita sambil tidak berhenti menyuapi Karina.
"Lalu setelah mereka menyelamatkan mu, dan mendegar cerita kehidupanmu. Eomma bilang dia jadi sering memimpikanmu, dan memikirkanmu. Appa juga bilang itu terjadi padanya. Sebagai orang tua yang begitu menginginkan anak perempuan, mereka merasa marah dan kecewa dengan perbuatan keluargamu. Dengan alasan yang tidak masuk akan dari keluargamu, membuat kami semakin geram. Seakan kami memiliki pemikiran yang sama, kalau harus di utarakan mungkin kurang lebih. Kalau memang kalian tidak mau mengurusnya, biar kami saja. Mungkin pertemuan kita singkat, sangat singkat bahkan. Tapi tanpa kau berbuat apapun, kau bisa menarik hati kami semua. Bahkan tanpa kau melakukan apapun, kami sudah bisa merasakan kebahagian sederhana yang untuk kami itu sangat indah."
KAMU SEDANG MEMBACA
Unite
FanficSebenarnya kalian hanya butuh 'Lingkungan' dan 'Orang - Orang' yang tepat. Kalian mungkin kadang merasa terasingkan, tidak di terima sekitar, di perlakukan tidak adil, atau di acuhkan. Dan hal kurang baik lainnya. Disisi lain ... Disaat kalian berad...
