"Belum sampai 30 menit aku sampai. Dan moodku sudah rusak. Bisa berhenti mengangguku ?!"
Hyunjin sudah kepalang kesal pagi ini. Baru dia membuat kopi di pagi hari dan kopinya masih mengepul. Bahkan Hyunjin belum duduk sama sekali.
"Aku sama sekali tidak mencalonkan diri ! Kenapa tidak kau tanyakan pada kepala dulu sebelum datang berbicara tidak jelas disini ! Atau langsung saja ajukan keinginanmu pada presdir !"
"Kau menutupinya, dan terus berbicara seakan tidak melakukan apapun ! Padahal banyak hal yang kau lakukan dibelakang. Licik sekali permainanmu !"
"Yak ! Kyunsang, berhentilah menyudutkan orang lain. Urus saja dirimu sendiri. Kau bisa dituntut atas banyak hal."
Doyoung baru saja masuk kedalam ruangan Hyunjin. Awalnya memang dia hanya ingin lewat saja. Tapi mendengar ada keributan disana, dia memilih untuk masuk.
"Kau berbicara begitu karena ada di pihaknya, Kim Doyoung !"
"Kau berharap aku ada di pihakmu ? Dengan kepribadianmu yang seperti itu ? Jangan gila ! Yak ! Kau harus belajar melihat kesekeliling, bagaimana orang - orang melihatmu."
Kyunsang langsung saja keluar dari ruangan Hyunjin dengan kesal. Ya sebenarnya bukan dia saja yang kesal Hyunjin apalagi kan.
"Aku mau pulang saja." Ucap Hyunjin
"Tidak ada jadwal dengan pasien memangnya ?"
"Tidak ada Hyung, aku tadinya mau mengerjakan beberapa laporan saja. Dan siangnya pulang. Tapi pagi - pagi sudah begini, seleraku hilang."
"Perlu aku antar ?"
"Tidak perlu Hyung, aku bisa pakai taxi."
"Kajja, aku antar sampai depan."
Hyunjin dan Doyoung akhirnya jalan bersama. Doyoung hanya ingin memastikan Hyunjin aman sampai keluar dari rumah sakit. Jangan tiba - tiba ada yang menahanya dijalan.
"Pergi dengan siapa tadi pagi ?"
"Di antar Jeno."
Tak lama taxi yang kebetulan Doyoung pesan sudah sampai. Sambil menutup pintu wejangan banyak di lontarakan Doyoung pada Hyunjin. Sudah merasa seperti pada adik sendiri memang. Sampai akhirnya taxi itu pergi menjauh dari area rumah sakit.
#
Hari ini Karina mendapat omelan keras dari 2 sahabatnya. Setelah dia menceritakan kejadian beberapa hari yang lalu. Sebenarnya Yuqi maupun Hyunsuk juga cukup terkejut. Pasalnya mereka tidak berpikir kalau kaka tingkat mereka akan melakukan hal seperti itu. Ya mereka pikir kejadian pertama ya sudah sekedar saja. Nyatanya kecantol beneran itu kaka tingkat.
"Ya mana aku tau juga kan dia ada disana."
"Benar juga. Tapi dia kelewatan ! Sungguh sangat kelewatan !" Kesal Yuqi
"Ya aku tau dia memiliki fisik di atas rata - rata, tapi ya jangan seakan dunia miliknya juga kan." Ucap Hyunsuk
"Aku setuju ! Sudah mau pelecehan itu namanya ! Bahkan mungkin sudah secara tidak langsung."
"Jujur saja, kemarin itu menakutkan sekali. Rasanya seperti aku terbawa ke kejadian lalu, yang sulit aku lupakan."
"Trauma seseorang memang sulit di hilangkan secara total menurutku. Apalagi kalau terjadi sesuatu yang hampir sama persis." Ucap Yuqi
Mereka bertiga sedang mengobrol sambil menyelesaikan sketch design yang tapi belum selesai saat kelas. Mulut boleh terus berbicara, tapi tangan juga harus tetap bekerja.
"Oh iya, respon orang rumah bagaimana ?" Tanya Hyunsuk
"Benar juga pertanyaanmu !"
"Aku rasa mereka lebih ke arah khawatir. Apalagi tau aku sampai menangis ketakutan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Unite
Fiksi PenggemarSebenarnya kalian hanya butuh 'Lingkungan' dan 'Orang - Orang' yang tepat. Kalian mungkin kadang merasa terasingkan, tidak di terima sekitar, di perlakukan tidak adil, atau di acuhkan. Dan hal kurang baik lainnya. Disisi lain ... Disaat kalian berad...
