Sebenarnya kalian hanya butuh 'Lingkungan' dan 'Orang - Orang' yang tepat.
Kalian mungkin kadang merasa terasingkan, tidak di terima sekitar, di perlakukan tidak adil, atau di acuhkan. Dan hal kurang baik lainnya.
Disisi lain ...
Disaat kalian berad...
"Apa tidak ada emoticon lain diwajah mu selain seperti itu?" Tanya Chaeyeon
"Tidak ada untuk saat ini." Jawab Hyunjin
"Semeriah itu memangnya pertengkaran dengan Jeno?"
"Saking meriahnya sampai tidak ada suara dan gerakan apapun."
"Sudah minta maaf?"
"Tentu saja sudah."
"Tidak diterima?"
"Begitulah."
"Kurang tulus pasti caramu meminta maaf! Tunggu, sebelum kita kearah sana ada yang mau aku tanyakan. Kau menerima kesalahanmu, dalam bentuk apapun itu?"
"Alasan aku meminta maaf, kalau bukan menerima kesalahan apalagi?"
"Hey, meminta maaf itu mudah. Segala sesuatu yang berbentuk lisan dan tulisan itu mudah dibuat. Tapi kesadaran seseorang atas kesalahanya, lalu melontarkan kata maaf dengan maksud dan tujuan yang benar itu tidak semua orang benar-benar melakukanya. Terkadang orang-orang melakukanya hanya untuk formalitas, agar orang berhenti berbicara, segan atau tidak enakan pada orang tersebut, dan tidak mau repot."
"Nuna, aku benar-benar meminta maaf dengan tulus padanya."
"Cih, kalau benar tulus dan benar pada maksud dan tujuan pasti sudah diterima maafmu itu. Apalagi dia Jeno, bukan Yeonjun yang si tidak mau kalah."
Chaeyeon meninggal ruangan Hyunjin begitu saja setelah selesai dengan ceramah singkat yang begitu mendadak. Sedangkan Hyunjin melanjutkan lamunanya kembali. Kalau kemarin saat awal konfliknya dengan Jeno, Hyunjin masih merasa biasa saja. Dalam artian semuanya tidak serumit itu pikirnya. Kalau memang Chris harus ditangkap dan dia terbawa, itu sudah konsekuensi saja.
Tapi sekarang dia mulai mengerti keresahan sebenarnya yang dirasakan oleh Jeno. Kekecewaan apa yang sebenarnya Jeno rasakan. Kakanya ini begitu egois dengan jalan hidupnya. Hyunjin baru menyadari, seberapa luas dampaknya kalau sampai namanya terseret. Bukan hanya karirnya di rumah sakit, nama keluarganya juga akan langsung tercoreng. Apalagi dia tau sebesar apa keluarganya. Sebesar apapun namanya, bisa dibilang 80-90% juga karena nama keluarganya.
Belum lagi yang akan lebih fatal adalah dampak pada Jeno. Adiknya jelas seorang polisi, menumpas kejahatan. Tapi kakanya bermain dengan seseorang yang menjadi incaran. Bahkan kakanya meminta tolong pada orang tersebut, untuk mengurus masalah keluarganya.
"Argh! Otakku rasanya sudah berserakan didalam!"
#
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sudah berapa lama dia didalam sana?" Tanya Changwook
"Baru 2 jam." Jawab Yoona
"2 jam, dan bukunya sudah sebanyak itu."
"Kalau sudah pusing juga berhenti sendiri, biarkan saja."
Yoona dan Changwook sedang menunggu Karina di perpustakaan kota. Ada beberapa bahan yang Karina butuhkan, dan diperpustakaan sekolah nampaknya kurang memenuhi keinginannya.