#DEPORTMENT#

162 17 2
                                        

Sarapan pagi hari ini padahal sudah nampak begitu cantik dan menggugah selera

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sarapan pagi hari ini padahal sudah nampak begitu cantik dan menggugah selera. Tapi, suasana di meja makan tidak semenarik itu.

"Kapan kau pulang?" Tanya Kiyong

"Semalam." Jawab Jeno

"Malam ini kalian ada lembur?" Tanya Yeonjun

"Tidak ada." Jawab Jeno dan Hyunjin bersamaan

"Temui aku dikantor setelah kalian selesai."

"Ne hyung."

Karina melihat ketiga kakanya dengan seksama. Dia melihat Yeonjun, masih ada beban disana dan Karina tau apa alasanya. Untuk Hyunjin, tenang seperti biasanya. Tapi dalam satu waktu Karina juga bisa melihat kalau kakanya yang satu itu juga seperti memikirkan sesuatu. Dan untuk Jeno, benar-benar biasa saja. Seperti, ya sudah jalani saja kehidupan seperti biasanya.

Padahal kalian tau sendiri, semua yang terjadi berawal dari dirinya. Dia yang tiba-tiba mengajak Hyunjin berbicara, tidak pulang kerumah setelahnya, pergi keluar kota tanpa kabar, lalu tidak lama sudah berada di rumah.

"Eomma, appa, oppa. Selesai kuliah nanti, aku dan Hyunsuk berencana pergi bersama."

"Hanya berdua saja? Yuqi dan Asahi tidak ikut?" Tanya Nana

"Mereka tidak bisa ikut. Kita hanya pergi ke pusat perbelanjaan saja."

"Hati-hati, jangan pulang terlalu malam."

"Ne appa."

Selesai dengan sarapan, semua anggota keluarga langsung melanjutkan aktivitas mereka. Tentu saja pergi bekerja dan juga menuntut ilmu seperti biasanya.

"Jadi semuanya sudah berkumpul?" Tanya Yuqi

"Ne, Jeno oppa baru saja pulang semalam."

"Lalu, bagaimana suasana saat sarapan tadi?"

"Bagaimana ya, kita bilang normal tidak juga. Dibilang tidak normal pun, tidak juga. Kalau dalam segi atmosfer, memang belum seperti biasanya."

"Apa yang akan kalian lakukan selanjutnya?"

"Eomma dan appa tidak ikut andil sepertinya. Yeonjun oppa meminta dua adiknya untuk ke kantor setelah selesai pekerjaan."

"Menarik ... kalau di kantor, mungkin keinginan untuk baku hantam tidak begitu mencuat ya."

"Yuqi ..."

"Ayolah, itu normal untuk laki-laki. Selama masih dalam batasnya. Dari pada hanya diam, tidak mengungkapkan apa-apa. Kapan selesainya?"

"Ya, kau ada benarnya juga."

#

"Suram terus! Apa hari yang cerah dan indah ini, tidak bisa membenahi mood mu?!" Kesal Chaeyeon

UniteTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang