Rumah sudah sepi hari ini. Hyunjin sudah berangkat dari kemarin malam. Sedangkan Kiyong dan Yeonjun tadi pagi baru saja berangkat.
Sesuai kesepakatan, hari ini Jeno dan Karina akan membantu Nana. Jeno harus bekerja dulu, sedangkan Karina memang sedang tidak ada kelas hari ini.
"Gelisah begitu, kenapa ?"
Yoona baru saja masuk kedalam kamar Karina.
"Eonni, aku rasa aku tidak bisa membantu Eomma."
"Pesimis begitu."
"Aku amatir sekali Eonni."
"Semua orang juga awalnya kan tidak bisa. Semuanya kan butuh proses, semuanya kan belajar dulu awalnya. Nah sekarang, saatnya untuk belajar."
"Tapi ..."
"Kalau tidak di coba, bagaimana kita akan tau hasilnya."
Karina mengerucutkan bibirnya.
"Ada Jeno kan disana, Eommamu juga ada disana. Tidak akan ditinggal sendirian."
Pada akhirnya ya Karina hanya bisa pasrah saja. Berdoa sebanyak yang dia bisa agar semua berjalan lancar dan hasilnya memuaskan.
Menjelang sore Jeno sudah ada dirumah sesuai kesepakatan.
Tok ... Tok ... Tok ...
"Na ..."
Karina langsung membuka pintu kamarnya dan melihat Jeno yang sudah siap.
"Kajja."
Jeno melihat Karina mengangguk tapi wajahnya begitu lesu.
"Tidak perlu takut."
"Nanti kalau aku membuat malu bagaimana ?"
Karina menundukan kepalanya. Jeno dengan perlahan mengusap lembut kepala Karina. Karina langsung mendongakan kepalanya dan melihat tepat ke wajah Jeno.
"Tidak akan, kajja."
Jeno menggandeng lengan Karina untuk berjalan beriringan denganya. Jeno membawa mobil sendiri dan seperti biasa Yoona dan Changwook mengikuti dari belakang. Nana sudah di lokasi dan menunggu anak - anaknya disana.
"Oppa."
"Hhmm."
"Nanti jangan ditinggal."
"Tidak akan."
"Jangan jauh - jauh."
"Iya."
Tidak butuh waktu lama, akhirnya mereka sampai. Nana langsung menyambut mereka berdua dengan riang gembira tentu saja. Dan mengenalkan Karina pada orang - orang disana.
Sebelum memulai semuanya, Nana menjelaskan dengan perlahan apa yang akan mereka lakukan. Dan ya memang hanya pemotretan biasa saja.
"Ganti baju dulu ya sayang."
"Temani dia Eomma." Ucap Jeno
"Iya Eomma temani, kau juga ganti baju."
"Ne."
"Kajja."
Karina mengekori Nana menuju ruang ganti dan menunggu Karina sampai selesai keluar dari ruangan. Sekarang Karina dan Jeno di pulas sedikit wajahnya sebelum memulai pemotretan.
"Jen, kau duluan."
"Ne."
Jeno langsung maju duluan, Nana dan Karina juga ikut mendekat untuk melihat Jeno. Kalau sudah di depan kamera seperti itu, siapa yang akan percaya dia anggota kepolisian. Bahkan dia berada di kantor saja orang - orang tidak percaya dia anggota kepolisian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unite
FanfictionSebenarnya kalian hanya butuh 'Lingkungan' dan 'Orang - Orang' yang tepat. Kalian mungkin kadang merasa terasingkan, tidak di terima sekitar, di perlakukan tidak adil, atau di acuhkan. Dan hal kurang baik lainnya. Disisi lain ... Disaat kalian berad...
