Sebenarnya kalian hanya butuh 'Lingkungan' dan 'Orang - Orang' yang tepat.
Kalian mungkin kadang merasa terasingkan, tidak di terima sekitar, di perlakukan tidak adil, atau di acuhkan. Dan hal kurang baik lainnya.
Disisi lain ...
Disaat kalian berad...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dua orang baru saja sampai di tempat yang sudah disetujui satu sama lain. Tempat yang dipilih dengan penuh kehati-hatian. Mereka berdua duduk berhadapan satu sama lain, dan mulai membuka masker juga penutup kepala yang mereka gunakan.
"Kau pasti sudah tau siapa orang didepanmu." Ucap Jeno
"Ne, aku sangat mengetahuinya."
Jeno menemui Christ, dengan segala kemampuanya untuk menyadap ponsel kakanya dan mendapatkan nomor Christ. Dia akhirnya berhasil membuat kesepakatan untuk saling bertemu.
"Apa hyung menemui atau menghubungimu dalam waktu dekat ini?"
"Tidak, dia tidak menghubungiku."
"Untuk saat ini mari kita katakan kalau hubungan kami sedang tidak baik. Tentu saja setelah aku mendapat informasi soal kedekatan kalian. Melihat responya membuatku kecewa."
"Tapi kau tetap tidak mau dia terseret apapun."
"Kehidupan masa depannya lebih baik dariku, tidak mungkin aku biarkan rusak begitu saja. Bisa kau beritau, awal mula kalian bertemu?"
"Rasanya aku lupa sudah berapa lama, tapi yang aku ingat saat itu bisnisku sedang cukup naik daun. Tapi tidak semua berjalan baik. Mau itu pekerjaan gelap sekalipun, akan ada moment dimana seseorang saling menjatuhkan. Saat itu salah satu anggotaku melakukan pembelotan, dan menyandera adik perempuanku. Singat cerita aku berhasil menyelamatkan adikku, tapi dia terluka cukup parah. Kondinya juga semakin memburuk karena penyakit bawaanya. Aku langsung pergi kerumah sakit tentu saja untuk menyelamatkannya saat itu. Semuanya berjalan lancar sampai aku harus mengisi data diri. Katakanlah saat itu aku masih sangat egois. Karena masih memikirkan masa depan bisnisku. Dan disaat itulah hyungmu datang."
Jeno ingat saat Hyunjin mengatakan soal simbiosis mutualisme saat itu.
"Dia datang dan menawarkan diri untuk mengunakan identitasnya terlebih dahulu agar tindakan pada pasien bisa langsung dilakukan. Dia juga berkata kalau kita saling mengenal, dan tidak masalah untuk menjadikanya wali pasien dari adikku. Dia memberi alasan juga kalau aku pasti masih dalam keadaan shock saat itu. Semua tindakan pengobatan berhasil dilakukan, adikku selamat. Dan kami akhirnya berbicara empat mata secara tertutup. Aku rasa hyungmu memang terlalu pintar, dia begitu cepat membaca situasi dan kondisi saat itu."
"Dia tau siapa kau, atau profesimu?"
"Belum, dia belum mengetahuinya. Dia hanya memiliki firasat saat itu. Kalau aku dan adikku bukan dalam keadaan kecelakaan yang sederhana, seperti pada umumnya."