18. Laki-laki misterius

2.1K 65 0
                                        


Happy Reading Pren (~_^)

Ara menghela nafas begitu memasuki kelasnya. Ia memutar bola matanya malas melihat Reta tengah asik pacaran di meja mereka.

"Ekhem" dehem gadis itu begitu sampai didepan Reta dan Fino.

Kedua sejoli itu sontak menatap Ara dengan wajah tanpa dosa.

"Masih pagi juga" kesal Ara sembari bersedekap dada dengan memasang wajah kesal.

Reta hanya menyengir kuda.

"Yaa emang gini kerjaan orang pacaran Ra. Lu yang jomblo mana tau" ujar Reta sembari memeluk lengan Fino sembari menyenderkan kepala. Seolah mengejek Ara.

Ara berdecih kecil.

"Mentang-mentang punya pacar jadi ngeledek yang jomblo. Aku doain putus tau rasa" ulti Ara.

Reta membulatkan matanya terkejut mendengar hal itu.

"Jangan gitu lah Ra. Harusnya doain kita langgeng sampai nikah nanti hehe" ucap Fino dengan senyum kikuk. Ngeri juga kalau beneran putus.

"Iya nih Ara. Harus dukung bestienya dong. Nanti kita doain juga lu cepet punya pacar" timpal Reta.

Ara hanya memutar bola matanya malas.

"Eh ngomong-ngomong, Arga cocok tuh Ra sama lu. Boleh tuh. Nanti kita bisa double date. Lu gak jadi nyamuk lagi" ucap Reta sembari mengedipkan matanya sebelah menggoda Ara.

Ara mengerutkan kening mendengar Arga dibawa-bawa.

"Apasih kok jadi bawa-bawa Arga"

"Ya kan siapa tau aja. Lagian emang cocok kok. Iya kan yang?"

Fino hanya mengangguk menghadapi kebawelan Reta.

"Iya sayang. Terserah kamu aja" ujar lelaki itu.

Ara terdiam mendengar ucapan Reta. Ia lalu kepikiran soal kejadian tadi dimana ia memeluk Arga saat dibonceng. Bukan dia sih yang mau tapi Arga sendiri yang menyuruhnya. Tapi hal itu sukses membuat jantungnya berdetak dua kali lebih cepat.

"Udah ih pindah. Mending balik ke kelas kamu deh Fin. Bentar lagi bel. Nanti lanjut pacarannya kalau udah istirahat" usir Ara.

Gadis itu menerobos kursinya yang diduduki oleh Reta.

"Pindah Re"

"Iya iyaaa"

Kedua sejoli itu sama-sama berdiri cepat begitu Ara menerobos duduk.

"Kesel tuh dia yang" bisik Fino.

"Udah biarin aja. Nanti juga hilang sendiri keselnya" bisik Reta balik.

"Yaudah mending aku balik ke kelas dulu deh. Ini bentar lagi juga bel" pamit Fino.

Reta mengangguk. Fino kemudian beranjak keluar dari kelas  12 Ips 1. Setelah Fino keluar, Reta kemudian duduk dikursinya disamping Ara.
Dilihatnya gadis itu tengah membuka buku paket yang akan dipelajari hari ini.

ARARGA [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang