" D u a p u l u h d u a "

80 12 2
                                        

"Omma mau cerita sesuatu sama kamu"

"Cerita apa Omma?" Mulan membenarkan posisi duduknya di tepi ranjang ommanya itu.

"Maafin Omma" tanpa disangka sangka mata Omma telah berkaca-kaca.

Mulan yang melihatnya langsung memeluk Ommanya, entah apa penyebab Ommanya itu menangis.

"Dulu omma tidak setuju dengan pernikahan orang tuamu"

Mulan mulai melepaskan pelukannya, karena sedikit terkejut dengan perkataan ommanya.

"Ayahmu itu seorang kristiani, sedangkan ibumu adalah seorang muslim"

Memang benar, Mulan tau fakta itu sejak dulu.

"Omma dulu tidak suka dengan ibumu, omma berpikir ayahmu itu telah diguna-guna olehnya, sampai-sampai dia rela berpaling menjadi seorang muslim hanya untuk menikah dengan Farah"

Mulan masih mendengarkan cerita Ommanya sambil mengusap pelan tangannya.

"Saat mereka datang meminta izin untuk menikah, Omma mengusir mereka"

"Omma kira, setelah diusir Stefano akan kembali dan meninggalkan wanita itu. Tapi omma salah"

Terdapat jeda sejenak karena Omma mulai menangis kembali.

"Stefano tidak pernah kembali, dia lebih memilih menikah dan pergi dari negara ini"

"Sebelum pergi, Farah datang ke Omma, dia berkata "Tolong jangan benci Mas Fano Nek, ini bukan salah dia, saya akan membawa dia kembali kesini, saya berjanji" Dia datang dengan hati yang tulus, namun karena saya sudah kepalang marah, saya jambak rambutnya dan mengusir dia keluar dari sini"

"Bahkan ketika anak saya mulai merestui hubungan Fano dan Farah, saya mulai menghasutnya dan menanamkan sifat benci kepadanya"

Mulan mulai menangis mendengar cerita Ibunya dulu yang sangat kelam.

"Kenapa?" Ucap Mulan lirih.

"Omma menganggap dia telah merebut cucu saya, sampai cucu saya merelakan semuanya, rumah, harta, keluarga hingga Tuhannya"

Mulan tidak kuasa menahan air matanya, dia teringat kata-kata ibunya dulu. Kalimat yang ibunya ucapkan ketika membahas tentang Hyunjin 'Apa keluarganya bisa terima?' Sekarang Mulan tau apa maksud kalimat itu.

Mulan tidak pernah tau masa lalu ibunya yang kelam. Makanya dia sedikit kesal saat orang tuannya menolak Hyunjin karena perbedaan itu. Ternyata ibunya melarang karena tidak ingin anaknya bernasib sama dengannya.

"Mulan, maafin Omma ya"

Mulan hanya diam sambil berusaha menghentikan tangisannya, dia tidak tahu harus bereaksi bagaimana.

"Bertahun-tahun omma tidak pernah melihat cucu omma, saya sedih tapi lebih sedih lagi saya melihat anak saya seperti mayat hidup yang hanya duduk melamun di teras rumah"

"Setiap hari dia menunggu kapan putranya akan pulang"

"Sampai suatu hari, Stefano pulang dan membawa seorang anak kecil yang sangat manis"

"Ibu Fano sangat senang melihat putranya pulang, saya juga senang melihat putri saya telah kembali bertemu dengan putranya"

"Sejak ada kamu, hati saya mulai luluh, sebenarnya setiap bulan, ibumu selalu mengirim surat untuk memberitahu kabar mereka selama di Indonesia, karena omma masih kesal, omma menyembunyikan semua surat itu dari Nenekmu"

"Omma tau omma salah, ibumu terus berusaha berdamai dengan kami, namun saya selalu menghalanginya"

Mulan tidak habis pikir dengan semua ini, bagaimana bisa mamanya tidak pernah cerita.

"Apa omma tau? Waktu kecil aku selalu tanya, 'mah kapan nenek datang ke sini' dan mama selalu bilang, 'omma sama nenek sudah tua sayang, kalau mereka naik pesawat ke Indonesia yang waktunya sangat lama, apa kamu tidak kasian?' Mama bahkan bohong kalau nenek sama omma sayang sama mama" Cerita Mulan dengan nafas yang tersendat-sendat.

"Dan apa omma tau? Kalau saja mama nggak pernah ngalamin hal itu, mungkin sekarang ini aku bisa bahagia sama orang yang aku cintai"

"Aku sangat bersyukur punya mama kaya mama aku, dia nggak mau anaknya punya nasib sama seperti dirinya,-

Seharusnya omma bangga sama mama aku, dia udah ngurus cucu dan cicit omma dengan penuh kasih sayang, tanpa ada keluhan sedikitpun tentang kalian, Aku tau ngelepas ayah itu sulit bagi kalian, tapi apa omma pernah berfikir tindakan yang omma lakuin itu benar di agama omma? Apakah dalam agama dibenarkan tindakan omma yang terus memperkeruh hubungan ibu, anak dan menantu? Enggak kan?

Dalam setiap agama tidak pernah diajarkan untuk memutus sebuah hubungan keluarga. Sekarang aku tau kenapa nenek nggak dateng ke pernikahan aku, Aku kecewa sama omma"

Mulan beranjak dari tempat duduknya dan keluar meninggalkan ommanya yang sudah menangis tersedu-sedu.

Yedam yang tengah menyiapkan makan siang bersama nenek dibuat terkejut dengan Mulan yang datang dengan marah dan berlinang air mata.

"Dam aku mau pulang"

"Pulang?"

"Iya, aku mau pulang ke Indonesia sekarang"

Nenek yang melihat tingkah Mulan mulai paham, jika mungkin omma telah menceritakan semuanya.

"Kamu nggak kangen nenek nak? Baru 15 menit yang lalu kita bertemu setelah sekian lama" Ucap nenek.

"Mulan memeluk neneknya sembari menangis "Maafin Mulan nek, Mulan janji akan balik kesini dan bawa ayah, mama sama Justin, tapi sekarang aku harus pergi" Mulan langsung melepaskan pelukannya dan pergi meninggalkan neneknya.

Yedam yang tidak tau apa-apa lantas meminta maaf pada nenek Mulan dan segera berlari mengejar Mulan.

"Lan, kamu kenapa?"

"Aku mau pulang sekarang, tolong pesenin tiket ke Indonesia"

"Ada apa ini? Kenapa mendadak pulang?"

Mulan menutup mukanya karena tidak mau Yedam melihatnya yng tengah menangis

"Dam please bisa nggak kamu tanyanya nanti aja, aku mohon bawa aku pulang"

Karena melihat Mulan yang tampak frustasi, Yedam hanya bisa menuruti permintaan istrinya itu.

"Kalau gitu kamu tunggu di mobil, aku mau pamitan ke nenek kamu dulu"

Sepanjang perjalanan mereka berdua hanya diam, Yedam terus saja melirik ke arah Mulan yang lebih senang melihat ke luar jendela.

Sampai ketika sebuah mobil van hitam menabrak mobil mereka membuat mobil yang dikendarai Yedam oleng dan menabrak pembatas jalan.

Orang-orang keluar dari mobil van mengenakan pakaian serba hitam dan mulai membuka paksa pintu kemudi.

Kepala Yedam terbentur stang mobil yang membuat dirinya merasa pusing.

Setelah berhasil membuka pintu mobil Yedam para preman itu memukuli Yedam, tentu saja Yedam melawan, namun dia kalah akan jumlah, rombongan preman itu berjumlah 4 orang sedangkan dia sendirian.

"Yedamm" Mulan hendak menghampiri Yedam yang tengah terkepung, namun dia ditarik oleh salah satu preman yang keluar dari mobil van tersebut, Mulan dibawa masuk ke mobil itu, sedangkan Yedam masih di pukuli"

"Yedam, tolong aku Damm" Teriak Mulan sembari berusaha melepaskan cengkraman kuat para preman itu.

"Lepasin Dia, Woyy Anjing" Yedam tidak menyerah, walau dia sudah berlumuran darah, dia tetap berusaha melawan preman-preman itu. Sampai akhirnya ada seseorang yang memukul kepala Yedam dari belakang menggunakan kayu.

"YEDAMM" Mulan histeris melihat kejadian itu, sementara Yedam sudah jatuh tersungkur di jalan.

Mulan lalu dibawa pergi oleh preman-preman itu.

Yedam yang masih sedikit sadar berusaha bangkit, namun tidak sanggup "Mulann" ucapnya lirih dan setelah itu pandangannya gelap.

••Tbc••

☆ 𝐌𝐞𝐧𝐢𝐤𝐚𝐡 || 𝐁𝐚𝐧𝐠 𝐘𝐞𝐝𝐚𝐦 ☆Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang