Mulan merasakan tubuhnya sangat kaku, dia berusaha merenggangkan tubuhnya. Udara di kota Seoul sangat sejuk membuat Mulan tidur sangat nyenyak, namun dia masih merasa kepalanya sangat pening.
"Udah bangun Lan?" Jihan menyodorkan sebuah teh hangat untuk Mulan "Nih minum, buat ngilangin pening lo"
"Makasih Han"
"Ini pertama kalinya lo mabuk ya? Atau lo emang nggak tahan minum?"
Mulan mengerutkan dahinya "Gue mabuk?"
"Iya, sampai pingsan malah"
"Sumpah Han, gue nggak inget apa-apa, terakhir gue ingetnya makan cumi doang trs gak tau lagi, gue juga gak minum" Pukas Mulan heran.
"Kok bisa sih, lo nggk sadar kali kalau minum"
"Enggak, sumpah" Mulan menunjukkan dua jari nya.
"Hmm sus, yaudah deh Lan nggak usah dipikir, mending lo siap-siap soalnya habis ini mau jalan-jalan"
Mulan masih mencoba mengingat apa yang tadi malam terjadi tapi dia benar-benar tidak mengingatnya.
"Nah Gais, karena saya tau kalian tadi malam pasti capek dan masih ada bau-bau habis mabok, jadi jalan-jalannya ke .... nungguin ya?" Hyunsuk mulai menggoda semua karyawannya
"Nggak lucu Pak" Celetuk Jihan.
"Ehm yayaya, kita harus tunggu tim travelernya dulu karena ternyata saya salah cek jadwalnya. Seharusnya jam 11.00 tapi malah saya kira jam 09.00 hehe"
"Gimana sih pak, sia-sia aku bangun pagi dong" Jihan protes karena tidak bisa lebih lama merasakan mimpi indahnya bertemu dengan Oppa korea.
Hyunsuk haya tertawa kikuk "Hehe Maaf ya, tapi tenang, sambil nunggu gimana kalau kita main game?"
Jihan tidak merespon atasannya itu, dia hanya kesal sembari menggerutu.
"Game apaan pak?" Hanya Arka yang excited dengan saran bossnya itu.
"Itu lo yang kayak anak muda, yang jujur jujuran" Balasnya sembari mengingat-ngingat nama permainannya.
"Truth or Dare?" Jawab Yedam.
"Nah iya itu, yuk yuk, bisa lah sembari mengatakan kejujuran kalian bekerja sama saya"
Sekarang ini mereka tengah berkumpul di kamar Hyunsuk dengan posisi duduk melingkar dengan satu botol yang sudah ada di pusatnya, botol itulah yang menentukan nasib dari seseorang yang akan menjadi bulan-bulanan permainan ini.
Arthur memutar botol tersebut, botol masih berputar di atas matras. 6 manusia yang mengelilinginya nampak khawatir semisal dirinya yang akan tepilih.
Hari ini orang yang tak beruntung diantara mereka berenam adalah Arka, karena ujung botol mengarah tepat ke hadapannya.
"Truth or Dare Broou, cepet pilih" Hyunsuk sangat senang Arka menjadi orang pertama yang terpilih.
"Sialan gue lagi yang kepilih" Arka mengacak kasar rambutnya.
"Udah cepetan pilih, durasi nih" Jihan memang masih kesal dengan keteledoran bossnya itu, tapi dia juga penasaran dengan game ini.
"Iye iye, gue pilih Truth"
"Saya yang tanya, apa yang gak kamu suka dari sikap saya selama menjadi atasan kamu?" Hyunsuk sangat menunggu jawaban dari Arka.
"Banyak sih pak, ngeselin, suka boros, suka menuhin kantor sama mainan anak TK, suka marah-marah, kalau yang lain yang salah aku terus yang disalahin gak adil banget" Jawabnya enteng.
KAMU SEDANG MEMBACA
☆ 𝐌𝐞𝐧𝐢𝐤𝐚𝐡 || 𝐁𝐚𝐧𝐠 𝐘𝐞𝐝𝐚𝐦 ☆
Novela JuvenilMulan adalah cinta pertama Yedam, gadis yang sama pintarnya dengan Yedam. Mereka sudah lama saling mengenal, tapi bagi Mulan, Yedam itu rival abadinya. Berbeda dengan Mulan, Yedam menganggap Mulan adalah Semestanya. Sedari kecil mereka selalu menda...
