Mulan adalah cinta pertama Yedam, gadis yang sama pintarnya dengan Yedam. Mereka sudah lama saling mengenal, tapi bagi Mulan, Yedam itu rival abadinya. Berbeda dengan Mulan, Yedam menganggap Mulan adalah Semestanya.
Sedari kecil mereka selalu menda...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Roda waktu terus berputar, mengikis luka dan menumbuhkan penerimaan. Tampaknya, badai telah mereda, menyisakan ketenangan yang rapuh namun terasa nyata. Dudung, panggilan sayang yang kini bermetamorfosis menjadi Chandra Althara Maheswara, tumbuh dalam rengkuhan kasih sayang meski kedua orang tuanya tak lagi berbagi atap. Mulan dan Yedam telah menempuh jalan yang berbeda, berpisah rumah dengan jejak perpisahan yang masih terasa samar.
Surat perceraian? Ah, lembaran kertas itu tak lebih dari sampah bagi Mulan. Dengan geram, setiap salinan yang tiba di tangannya berakhir tercabik-cabik, amarah dan penolakannya tertuang dalam robekan kasar. Jangan pernah meremehkan Mulan. Sejak belia, ia adalah rival sepadan bagi Yedam, jiwa kompetitif mereka telah teruji dalam berbagai tantangan. Masalah sebesar ini, meskipun mengiris kalbu, tak lantas membuatnya rapuh tak berdaya. Ia adalah baja yang ditempa api, dan perceraian ini adalah ujian terberatnya.
Namun, di balik penolakan Mulan yang membara, Yedam tak menyerah. Seperti air yang terus menetes melubangi batu, ia terus mengirimkan salinan surat cerai, seolah berbisik lirih tentang keinginannya untuk membebaskan Mulan. Sebuah perang dingin tanpa kata, di mana satu pihak terus merobek dan pihak lain terus mengirim, terjalin di antara dua hati yang pernah begitu dekat namun kini terpisah oleh jurang yang dalam. Chandra Althara Maheswara, sang bulan luhur yang perkasa, menjadi saksi bisu drama perpisahan dan keras kepala kedua orang tuanya.
Di balik tembok dingin perpisahan, kerinduan seorang ibu tak terbendung. Diam-diam, dengan langkah hati-hati bagai kucing mengintai mangsa, Mulan menyelinap ke rumah Yedam. Tentu saja, alasan utamanya hanya satu: menatap wajah malaikat kecilnya, Chandra Althara Maheswara, yang dalam hatinya selalu ia panggil dengan sayang, Ichan. Mana mungkin Yedam bisa benar-benar memisahkan ibu dari anaknya? Itu adalah hukum alam yang tak bisa dilawan.
Bi Leli, sang pengurus rumah tangga sekaligus babysitter kesayangan Ichan, selalu menyambut kedatangan Mulan dengan senyum penuh pengertian. Ia tahu betul betapa besar cinta Mulan pada putranya. Sebuah persekongkolan diam-diam terjalin di antara kedua wanita itu. Bi Leli menjadi mata dan telinga Mulan di rumah Yedam, membukakan jalan rahasia agar Mulan bisa leluasa bertemu Ichan kapan pun kerinduannya memuncak. Mereka mengatur waktu dan tempat pertemuan dengan cermat, memastikan Yedam tak pernah menyadari kehadiran istrinya di rumahnya sendiri. Pertemuan-pertemuan rahasia itu menjadi oase di tengah gurun perpisahan, memberikan Mulan kekuatan untuk terus berjuang dan merawat hatinya yang terluka. Melihat Ichan tertawa, memeluknya erat, dan mencium aroma tubuhnya adalah obat mujarab yang tak ternilai harganya bagi Mulan. Sementara itu, Yedam tetap dalam dunianya sendiri, tak menyadari bahwa bayangan istrinya selalu hadir di dekat putranya.
Dari balik pilar besar di taman belakang rumah, Yedam berdiri membeku, matanya tak lepas dari pemandangan di hadapannya. Mulan tertawa renyah, suaranya bagai melodi yang sudah lama tak ia dengar, saat Ichan dengan riang meraih tangannya. Putranya tumbuh begitu cepat, semakin menggemaskan dengan pipi bulat dan mata yang berbinar-binar mewarisi tatapan polos Mulan. Sebuah senyum tipis tak bisa dicegah mengembang di bibir Yedam.