" E m p a t b e l a s "

56 10 3
                                        

Tik tok tik tok

Suara jam dinding terdengar mengisi seluruh ruangan, menandakan ruangan tersebut sangat sepi, tidak ada satupun yang bersuara.

"Mulan, aku mau nagih hukuman mu" Yedam membuka suara.

"Hah?"

"Itu waktu di Korea dulu, kamu kan langgar pantangan kamu sendiri, alih-alih dapat hukuman aku ada permintaan buat kamu"

"Apa, jangan aneh-aneh"

"Enggak aneh, aku mau ajak kamu dinner"

"Emm Oke, tapi jangan malam ini ya, aku masih banyak kerjaan"

Keajaiban apa ini, kenapa Mulan langsung setuju tanpa memberi alasan a, b, c dan d. Apapun itu Yedam lega karena Mulan setuju untuk dinner dengannya.

"Nggak harus malam ini kok, nanti aku kabari lagi"

Mereka melanjutkan pekerjaan mereka masing masing.

Mulan tengah sibuk dengan pekerjaannya sampai-sampai tidak menyadari tangannya menyenggol gelas berisi kopi panas yang ia ambil tadi.

Pyar

"Awww panas" Mulan meringis kesakitan.

Mendengar suara gelas jatuh Yedam segera mendatangi Mulan. "Lan kamu nggak papa?" Yedam memegang tangan Mulan yang memerah akibat melepuh terkena panas kopi.

"Aduh panas Dam"

"Sini aku obati, tunggu aku ambi kotak P3K dulu"

Yedam segera mencari kotak P3K yang berada di lemari di ruangannya. Dia segera membersihkan bekas kopi di tangan Mulan dengan air dingin.

Yedam sangat hati-hati dalam membasuh tangan Mulan agar Mulan tidak kesakitan, dia juga mengoleskan salep luka bakar ke tangannya.

'Kenapa Yedam khawatir banget?'
Kira-kira begitulah isi hati Mulan.

Mulan hanya menatap wajah Yedam yang sedari tadi meniup-niup tangannya. "Udah gak papa kok Dam"

"Kamu udahan aja kerjanya, biar aku yang selesaikan"

"Enggak usah ini cuma dikit kok lukanya gak terlalu sakit buat ngetik"

"Dibilangin juga, gak usah ngeyel deh"

Mulan hanya pasrah dan hanya duduk di mejanya sembari melihat Yedam menyelesaikan semua pekerjaan.

Mulan berpikir entah kenapa kali ini Yedam terlihat tulus membantu nya, atau itu hanya pikiran Mulan yang selalu berpikir jika Yedam membantu nya dengan pamrih.

Sekarang sudah jam 7 malam, seharusnya para pekerja kantoran sudah pulang sejak jam 5 sore, namun karena pekerjaan yang banyak, Yedam harus lembur.

"Kamu pulang aja Lan, aku minta Justin jemput ya, soalnya aku nggak yakin kamu bisa nyetir"

"Enggak, aku tunguin kamu, toh kamu juga udah bantuin aku"

"Kalau kamu capek?"

"Emang udah jatahnya aku hari ini lembur Dam, tapi malah kamu kerjain, capek si capek tapi aku nggak mau ninggalin kamu sendiri"

"Yaudah aku cepetin kerjanya, biar bisa cepet pulang"

Mulan mengambil kursi yang ada di ruangan itu dan meletakkannya di samping kursi Yedam.

"Ayo cepet aku tungguin, Semangat Kyle" Mulan mengepalkan tangannya untuk memberikan semangat kepada Yedam.

Yedam yang disampingnya pun merasa senang, setelah Mulan berkata seperti itu, energi nya kembali dan semangat nya membara untuk segera menyelesaikan pekerjaannya.

☆ 𝐌𝐞𝐧𝐢𝐤𝐚𝐡 || 𝐁𝐚𝐧𝐠 𝐘𝐞𝐝𝐚𝐦 ☆Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang