" T i g a "

96 15 3
                                        

Ding dong

Mulan berjalan untuk membuka pintu. Yedam meminta Justin untuk menemani kakaknya di rumah. Sekalian Justin membawa mobil Mulan yang tadi malam ia tinggal di restauran.

"Loh kamu ngapain kesini? Nggak ada kuliah?"

"Ada, tapi nanti agak siangan. Ini aku bawa makanan, katanya kakak sakit. Terus juga mau balikin mobil" Justin menyodorkan plastik putih berisikan kotak makan yang ia bawa.

"Dari mana kamu tau aku sakit"

"Ya dari mana lagi, Kak Yedam lah" Justin mendekati kakaknya dan memegang dahinya. "Nggak panas kok"

"Cuma tadi malam aja, agak demam"

"Kakak sawan ya karena disuruh nikah?"

Mulan yang tadinya bahagia karena adeknya datang, merubah ekspresi menjadi datar, seperti ada beban berat yang ada dipikirannya.

Justin menambahkan "Kak apapun keputusan kakak nanti, mau kakak setuju atau enggak aku dukung kok"

"Aku nggak bisa nikah sama Kyle"

"Udah aku duga kak Mulan bakal ngomong kayak gitu"

"Kamu tau sendiri-"

"Iya aku tau, kak tapi nggak ada salahnya kamu coba dulu" Justin menyela perkataan kakaknya.

"Justin memutuskan sebuah hubungan demi hubungan lain itu nggak baik."

"Aku nggak minta kakak putus dari siapa pun, aku tau kakak masih sama Kak Hyunjin, tapi mau sampai kapan? Kalau kakak maunya sama dia, suruh dia lamar kakak"

Mulan hanya diam, dia lebih memilih menyibukkan dirinya dengan mencuci piring.

"Jangan diem aja kak, sini aku aja yang cuci piring, kakak duduk sana" Justin mendorong kakaknya agar menuruti perintahnya.

♪•°•°•°•°•♪
Handphone Mulan berdering

"Halo"

"Halo, sayang kamu nggak papa kan? Kyle bilang kamu sakit? Sekarang kondisi kamu gimana? Jangan kecapean ya, nanti aku minta ke Kak Danny biar kamu nggak dikasih tugas berat-berat"

"Iya, aku nggak papa kamu nggak usah khawatir"

"Gimana nggak khawatir??? Ya Tuhan aku dokter tapi nggak bisa rawat pacar sendiri yang lagi sakit"

"Kamu kesini dong makanya"

"Aku kesana nanti sore ya, tungguin. Sekarang kamu sendirian?"

"Enggak, ada Justin nih"
"Halo kak, gimana kabarnya?" -J

"Enggak baik sih, soalnya udah 2 hari nggak ketemu Ayang"

"Apaan sih lebay kamu"

Hyunjin hanya tertawa setelah godaannya tersebut. "Sayang aku tutup dulu telepon nya ya, udah ada pasien, nanti aku telepon lagi"

Tut

"Aku percaya kok kak, Kak Hyunjin itu sayang banget sama kakak"

"Justin peluk" Mulan membuka tangannya lebar-lebar. Justin memberikan pelukan yang erat untuk kakaknya itu. "Makasih ya Justin udah ada terus buat kakak"




Sore harinya Mulan hanya duduk di depan televisi, dia tidak tau harus melakukan apa, pekerjaan kantornya sudah diselesaikan oleh Yedam, padahal Mulan sudah menolaknya. 'Sekarang Yedam pasti lagi disanjung-sanjung oleh semua orang karena berbaik hati mau ngerjain kerjaan gue dengan sukarela'

☆ 𝐌𝐞𝐧𝐢𝐤𝐚𝐡 || 𝐁𝐚𝐧𝐠 𝐘𝐞𝐝𝐚𝐦 ☆Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang