Mohon maaf jika terdapat kesalahan pengetikan atau tanda baca 🙏🏻
——
Saat Doyoung melihat punggung Mulan yang berlari menjauh menuju rimbunnya pepohonan, nalurinya untuk mengejar langsung bangkit. Baru saja ia hendak mengambil langkah lebar, sebuah pukulan keras menghantam rahangnya dari arah belakang.
"BANGSAT LO, DIMANA ISTRI GUE!!" pekik Yedam dengan amarah membara, suaranya menggelegar di tengah hutan yang sunyi.
Tentu saja Doyoung yang lengah tidak sempat menghindar, tubuhnya kembali oleng dan tersungkur mencium tanah dengan kasar. Rasa sakit di rahangnya berdenyut hebat, bercampur dengan kekecewaan karena gagal mengejar Mulan.
Beberapa menit yang lalu, di sisi lain pulau, Yedam dan rombongan polisi yang datang bersamanya berhasil menemukan lokasi helikopter yang disiapkan Doyoung untuk melarikan diri. Di sana, mereka mendapati beberapa anak buah Doyoung tengah menjaga seorang gadis kecil yang tampak ketakutan. Tidak lain dan tidak bukan, dia adalah Queen, putri kecil Doyoung.
Hyunjin yang melihat Queenkha menangis tersedu-sedu karena ketakutan, dengan naluri kebapakannya yang kuat, tidak tega. Ia berjongkok di hadapan gadis kecil itu. "Hey sayang, kamu takut ya? Gapapa, kami orang baik kok," ucapnya lembut sambil mengulurkan tangan untuk mengusap air mata di pipi Queen.
"Hiks hiks, Daddy dimana?" tanya putri kecil itu dengan suara tercekat, mengusap air matanya dengan punggung tangan. "Tadi Mommy lari masuk hutan, lalu Daddy mengejar Mommy, terus Queen nungguin mereka nggak kesini-kesini hiks."
"Udah gapapa, nanti om cari ayah kamu ya," tenang Hyunjin sambil memeluk gadis kecil itu dengan sayang.
Karena tidak menemukan keberadaan Doyoung maupun Mulan di sekitar helikopter, orang utama yang mereka cari, Yedam dan polisi akhirnya berpencar ke dalam hutan untuk melakukan pencarian. Suasana hutan yang tadinya sunyi kini dipecah oleh langkah kaki dan seruan lirih nama Mulan.
Tidak lama kemudian, di tengah semak belukar, mereka menemukan Doyoung yang berusaha susah payah berdiri setelah terkena tendangan Mulan sebelumnya. Wajahnya penuh amarah dan dendam.
"Cih, lo nggak akan bisa dapetin Mulan," desis Doyoung penuh keyakinan yang keliru.
Yedam yang mendengar ucapan sinis itu kembali naik pitam. Tanpa ragu, ia menghampiri Doyoung dan melayangkan pukulan keras kembali ke wajahnya.
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Yedam terus menghujani wajah Doyoung dengan tinjuan bertubi-tubi, melampiaskan seluruh kemarahan dan kekhawatirannya.
"Udah Dam, biar gue yang urus setan satu ini, lo cari Mulan sana," ujar Hyunjin menengahi, menarik Yedam menjauh dari Doyoung yang kembali tersungkur tak berdaya.
Yedam mengangguk patuh, menyeka keringat di dahinya, dan segera berlari kembali ke dalam hutan, meneriakkan nama istrinya. "Mulannn!"
Dengan mata yang masih remang-remang akibat benturan dan kelelahan, Mulan samar-samar mendengar seseorang memanggil namanya. Dalam kondisi linglung, ia sempat berpikir jika itu adalah suara Doyoung yang licik.
Mulan mencoba bangkit kembali dengan sisa-sisa tenaganya. Tubuhnya terasa sakit di sekujur tubuh, namun ia berusaha merangkak menjauh, setidaknya menjauh sejauh mungkin dari ancaman Kim Doyoung.
Setelah mendengar panggilan itu beberapa kali, suara yang terasa begitu familiar, Mulan mulai menyadari sesuatu. Itu adalah suara suaminya, Yedam. Namun, trauma dan ketakutan membuatnya sulit untuk percaya sepenuhnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
☆ 𝐌𝐞𝐧𝐢𝐤𝐚𝐡 || 𝐁𝐚𝐧𝐠 𝐘𝐞𝐝𝐚𝐦 ☆
Teen FictionMulan adalah cinta pertama Yedam, gadis yang sama pintarnya dengan Yedam. Mereka sudah lama saling mengenal, tapi bagi Mulan, Yedam itu rival abadinya. Berbeda dengan Mulan, Yedam menganggap Mulan adalah Semestanya. Sedari kecil mereka selalu menda...
