30. Rin-senpai

90 8 8
                                        

.
..
...
..
.

Apartemen Hinata menjadi gaduh saat Shikamaru mengantar gadis itu sampai di depan kamarnya. Berawal dari suara keras Daiki, kini banyak senpai-senpai Hinata yang berkerumun di depan kamarnya. Apalagi saat melihat ada luka memanjang yang membuat mata kiri gadis itu menyipit dan memerah, terlihat menyakitkan.

"Apa yang dilakukan nanas pemalas ini padamu, Hinata?" Tanya Daiki dengan mata melotot. 

Laki-laki berkulit eksotis itu mengguncang bahu Hinata dan melirik tajam Shikamaru yang menghela napas pasrah.

"Dia tertimpa buku tebal saat di perpustakaan tadi." Jawab Shikamaru malas.

"Aku tidak tanya padamu!" Omel Daiki.

"Aku mewakilinya, Hyuga terlihat lelah dan risih dengan kegaduhan ini. Apa kau tidak menyadarinya?"

Daiki dan para senpai yang mengelilingi Hinata terkesiap, mereka memandang tepat wajah Hinata yang tersenyum dengan raut lelah.

Daiki buru-buru melepas tangannya. Laki-laki berkulit Tan itu menggaruk belakang kepalanya dan bergumam 'maaf'. Hinata meresponnya dengan gelengan ringan, tanda bahwa dia tidak apa-apa.

"Istirahatlah. Maaf atas keributan ini." Kata Haru seraya menepuk pelan Puncak kepala Hinata.

"Terimakasih, Haru-senpai. Tidak apa-apa, bukankah itu tandanya khawatir? Maaf, sudah membuat kalian khawatir."

"Kami memang khawatir, Hinata-chan. Lekas sembuh, ok. Lain kali kamu harus lebih berhati-hati." Kali ini Makoto yang bersuara.

"Siap, senpai."

Satu persatu senpai yang berkerumun mulai meninggalkan Hinata, tentunya tanpa lupa memberikan elusan, tepukan, bahkan pelukan ringan sebagai bentuk rasa simpati terhadap luka gadis itu. Shikamaru yang melihatnya memutar matanya malas. 

"Baiklah, kalau begitu___" Shikamaru tak melanjutkan ucapannya. Laki-laki jangkung berkuncir tinggi itu segera menarik Hinata ke belakang tubuhnya.

"Mau apa?" Tanya Shikamaru sedikit waspada.

"Berikan pada Hyuga."

Shikamaru mengambil kantong air hangat dari tangan Rin setelah memperhatikannya sejenak.

"Oh, terimakasih kalau begitu." Rin melirik sekilas sosok Hinata yang berada dibelakang Shikamaru, tanpa disangka gadis itu ternyata tengah menatap Rin. Membuat Rin terkesiap.

"Rin-senpai!"

Shikamaru bergeser sedikit. Tindakannya tadi reflek karena takut Rin akan mencelakai Hinata kembali. Meski kejadian beberapa waktu lalu dirahasiakan tapi, Shikamaru tahu karena Sasuke bercerita padanya.

"Apa kabar?" Tanya Hinata.

"Y-yah... Aku baik. Kau?" Rin terlihat gugup saat ini. Mungkin laki-laki itu masih merasa bersalah.

"Aku baik, senpai. Syukurlah Rin-senpai baik-baik saja. Aku lega."

"Baik-baik saja apanya. Kau bisa mengatakan baik-baik saja jika wajahmu segar dan luka di matamu hilang." dengus Shikamaru seraya mengangsurkan kantong air hangat ke tangan Hinata.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 08, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

That GirlCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang