.
..
...
..
."Ada apa?"
Makoto bertanya pada salah satu siswa yang terlihat mengerumuni sesuatu.
"Tadi, si pembuat onar berbuat ulah pada satu-satunya siswi di sekolah kita."
"Berbuat ulah? Maksudmu apa?"
Jelas sekali Makoto tak menyembunyikan nada keterkejutan di dalam kalimatnya.
"Ada apa, Makoto?"
Gaara bertanya.
"Gaara, apa kau tahu jika satu-satunya siswi disini terlibat masalah dengan si pembuat onar?"
Manik jade gara membulat sepersekian detik. Mimik wajahnya mulai terlihat tertarik.
"Apa itu benar?"
Gaara bertanya pada siswa yang baru saja Makoto mintai keterangan.
"Benar, Sabaku. Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Hebatnya, siswi bernama Hinata Hyuga itu berani memaki."
Baik Makoto maupun Gaara terkejut bukan main mengetahui sesuatu yang baru saja mereka dengar.
"Apa? Memangnya apa yang telah dilakukannya pada Hinata-chan?"
Gaara mengernyit.
"Hinata-chan?"
"Satu-satunya siswi disini, Gaara. Apa kau lupa namanya?"
"Tidak. Kau memanggil nama kecilnya dengan suffix -chan? Kau dekat dengan gadis itu?"
"Ahahaha... Tidak juga. Hanya saja, beberapa waktu lalu aku bertemu dengannya saat pulang dan kami berbincang-bincang sebentar."
Gaara menanggapinya dengan gumaman ringan. Mereka kembali bertanya kronologi kejadian heboh beberapa waktu lalu yang mereka lewatkan pada siswa dihadapan mereka.
.
..
...
..
.Hinata berlari entah kemana, gadis itu tak peduli. Dia perlu tempat sepi untuk meluapkan perasaan marah, malu, dan kesal yang terpendam di hatinya.
Belakang gedung yang difungsikan sebagai gudang menjadi tempat istirahat gadis itu. Napasnya cepat, Hinata menyenderkan punggungnya pada dinding gedung dan merosot hingga terduduk sempurna.
"Menyebalkan. Senpai tadi benar-benar kurang ajar!"
Gumamnya.
"Jika saja aku tak terlalu shock pasti... Pasti.... Akhhhggg... Menyebalkan sekali!"
Kedua tangan Hinata menepuk kasar tanah di bawahnya. Wajahnya masih saja merah hingga ke telinga.
"Padahal penampilanku biasa saja, kenapa masih ada yang jahil sih?"
Hinata terus menggerutu. Ini adalah pertama kalinya Hinata diperlakukan seperti itu oleh seorang laki-laki. Mungkin, inilah hukumannya karena meminta sekolah yang berbeda dengan sang kakak. Alasannya sederhana, kakaknya amat menyayangi Hinata hingga berubah menjadi over-over-overprotective padanya. Senang sih senang, tapi lama kelamaan Hinata tak nyaman juga. Selama di Inggris, kakaknya selalu menjaganya dan menyeleksi siapa saja yang boleh berteman dengannya. Siapa pun boleh asalkan gendernya sama dengan Hinata, yakni perempuan. Laki-laki sama sekali tidak diperbolehkan mendekati Hinata barang sedikit pun oleh sang kakak. Alhasil, teman laki-laki yang dimiliki Hinata bisa dihitung dengan jari.

KAMU SEDANG MEMBACA
That Girl
FanfictionTeiko Senior High School merupakan sekolah unggulan yang menciptakan banyak lulusan menakjubkan. Bukan hanya bidang akademiknya saja, melainkan dalam bidang apa saja. Bertahun-tahun sistem didalam sekolah terebut dijalankan dengan baik, akan tetapi...