Di kediaman keluarga Jefran
Ceklek
"Aku pulang!"
"Sayang udah pulang aja tumben,biasanya nongkrong dulu sama si Rizal!", kata sang istri.
Cup
Jefran mengecup kening anaknya dan menatap istrinya.
"Aku ada kerja kelompok disini sayang makanya aku pulang lebih cepet!", jelasnya sambil mengusap surai sang istri.
"Oh gitu ya udah gih mandi dulu abis itu kamu siapin ruangan yang mau di pake buat kerja kelompok", suruhnya.
"Iya sayang", sahut Jefran dengan senyuman.
Jefran pergi ke kamar nya dan membersihkan dirinya. Tak lama kemudian bel pintu rumah pun berbunyi. Sang istri yang tengah menggendong anaknya pun membuka pintu dan melihat siapa yang datang ternyata Rizal dan kedua orang yang belum ia kenal.
"Eh Chelsea,Jefran nya ada ga?", tanya Rizal.
"Ada kok zal masuk aja", suruhnya.
"Eh ini sastra yah,coba sini aku gendong", kata Rizal.
Chelsea pun memberikan sastra pada Rizal dan Rizal menggendong sastra lalu membawanya ke dalam diikuti kedua orang tadi.
"JEFRAN!! ADA TEMEN MU INI LOH!", teriak Chelsea.
"IYA SEBENTAR!", sahutnya tak kalah teriaknya.
"Sebentar yah zal gue mau ambil minum dulu,kalian duduk aja dulu yah jangan malu-malu!", kata Chelsea.
"Iya chel,eh lu berdua sini duduk,diri ae lu kek patung!", suruh Rizal.
Kedua orang itu pun duduk di samping Rizal. Beberapa menit kemudian Jefran turun dengan baju oversize warna hitam dan celana pendek warna coklat muda. Jefran duduk di samping Rizal.
"Udah dateng semua?", tanya Jefran.
"Belum Jef tinggal si Haedar aja nih", jawab Lukman.
"Loh kemana dia? Lu ga tanya dia gitu?", kata Jefran.
"Udah Jef tapi tadi katanya lagi di jalan", ucap saleh.
Ting tong
Jefran pun bergegas menuju pintu dan membukanya. Mereka berdua pun pergi ke ruang tengah. Jefran dan orang itu pun duduk. Chelsea membawa minuman menuju ke ruang tengah.
"Ini minumannya dan...", kata Chelsea terhenti.
Chelsea terkejut melihat seseorang yang ada di depannya sekarang. Chelsea menoleh ke arah Jefran dan memberi isyarat padanya bahwa Chelsea menanyakan siapa orang itu.
"Eee sayang itu Haedar temen sekelas aku,kamu jangan kaget yah!", jelas Jefran.
"Jef tapi dia mirip...", ucap Chelsea.
"Iya aku tau sayang tapi dia bukan Haikal", sela Jefran.
Chelsea pun duduk di samping Jefran dengan masih menatap tak percaya orang yang ada didepannya itu.
"Jef,siapa Haikal?", tanya Haedar.
"Eum dia sahabat gue sama Rizal disini,tapi dia udah meninggal satu tahun yang lalu", jelas Jefran.
Header, Lukman dan Saleh terkejut setelah mendengar penjelasan Jefran. Haedar menatap Chelsea yang masih menatapnya tak percaya.
"Boleh gue tanya sesuatu?", tanya Haedar pada Jefran.
"Silahkan", sahut Jefran.
"Apa dia punya kekasih?", tanya Haedar dengan hati-hati.
Chelsea membulatkan matanya dan menatap sendu Jefran. Jefran juga menatap Chelsea dan juga Rizal secara bergantian. Jefran menghela nafas panjang.
"Punya", jawab Jefran.
Haedar menunduk setelah mendengar jawaban Jefran. Sastra tiba-tiba menangis saat sedang di pangkuan Rizal. Rizal terkejut lalu memberikan sastra pada Jefran.
"Sini zal!", kata Jefran.
"Nih", sarkas Rizal sembari menyerahkan sastra pada Jefran.
"Sastra diem yah,kamu kenapa nangis jagoan papah hmm?", tanya Jeno pada sastra namun sastra yang belum tau apa-apa tentang ucapan Jefran tetap menangis.
"Dia haus kali Jef", kata Chelsea.
"Kamu kasih susu dulu gih di kamar", suruh Jefran sembari memberikan sastra pada Chelsea.
Chelsea pun pergi meninggalkan kelima laki-laki di ruang tengah. Setelah Chelsea pergi, Jefran dan yang lainnya memulai mengerjakan tugas dari kampusnya.
Jam sudah menunjukkan pukul setengah lima sore. Haedar dan yg lainnya sudah pulang ke rumah masing-masing. Jefran sekarang tengah bermain dengan sastra setelah sastra mandi.
"Anak siapa ini kok ganteng banget sih!", gemes Jefran.
"Anak aku sama Jeno NCT lah", sela Chelsea yang tiba-tiba datang.
"Jeno lagi Jeno lagi", gumamnya.
"Apa kamu bilang?!", tegasnya.
"Eh bukan apa-apa sayang ini si sastra ganteng banget yah dia kek aku hehehe", gugupnya.
"Jeno NCT bukan kamu yah!", tegas Chelsea.
"Loh kamu main sama Jeno encete apa aku sih?!", tanyanya serius.
"Hehehe kamu tapi kan Jeno NCT itu ganteng banget tau", ucap Chelsea gembira.
"Ya udah nikah aja sono sama Jeno encete!", cemburu Jefran.
"Ish sastra liat papah mu tuh,dia cemburu sama papah Jeno masa", ledek Chelsea.
"Bodoamat gitu sas", sela Jefran.
Di sisi lain
"Ruang tengah dimensi yang terbagi menjadi...", ucapnya terhenti setelah melihat seseorang diambang pintu kamarnya.
"Haedar kamu lagi belajar sayang?", tanya sang mama.
"Iyah mah,ada apa mamah kesini?", tanya balik Haedar.
"Ga papa kok nak itu mamah mau ngajak kamu ke tempat temen papah", kata sang mama.
"Kemana mah?"
"Ada deh pokoknya dia teman bisnis papah kamu,udah kamu siap-siap gih,mamah tunggu di bawah yah!", kata sang mama lalu pergi meninggalkan kamar Haedar.
Haedar dan keluarga sudah sampai di tempat tujuan. Sebuah rumah mewah tapi tetap sederhana. Ada seorang maid yang sudah menunggu di depan pintu masuk.
"Silahkan masuk,tuan sudah menunggu di dalam", ucap maid.
Haedar serta keluarga pun masuk ke rumah tersebut dan saat di ruang tamu ia bertemu dengan seorang pria dengan penampilan rapih dan juga baik. Ia berjabat tangan dengan papa dan mama Haedar,saat ingin berjabat tangan dengan Haedar,orang itu terhenti dan menatap tak percaya Haedar. Haedar pun bingung dengan orang yang ada didepannya.
"Kamu..."
Bersambung
KAMU SEDANG MEMBACA
Awal Dan Akhir || Lee Haechan
Teen Fiction"Pesan terakhir terindah bagiku" "Hidup itu sulit, ya kita mati saja, simpel kan!" setiap cerita memiliki awalnya dan pasti ada akhirnya bahagiakanlah orang yang kalian sayangi, sebelum orang itu benar-benar pergi meninggalkan kalian @gita_nurjanah
